Hari Buruh
Hari Buruh, Ratusan Jomblowati Gelar Unjukrasa Protes Jam Kerja, Dianggap Penyebab Susah Jodoh
Umumnya demo hari buruh fokus utamanya adalah tentang perbaikan kesejahteraan. Namun belakangan muncul isu makin banyak jomblo terkait jam kerja.
Penulis: Agung Budi Santoso
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Umumnya demo hari buruh fokus utamanya adalah tentang perbaikan kesejahteraan.
Belakangan muncul isu baru yang cukup menarik, yakni makin banyak jomblo terkait jam kerja.
Jam kerja yang terlalu lama dianggap sebagai biang keladi kalangan buruh (karyawan) kelamaan berkutat di tempat kerja, sehingga tak sempat bersosialisasi.
Sampai-sampai untuk mencari jodoh atau pasangan hidup saja tak sempat.
Mereka yang coba naksir dan mau mendekat pun jadi enggan karena yang mau didekati tampak serius banget dengan pekerjaannya.
Apalagi di perkotaan, berangkat pagi, pulang larut malam, atau ketemu pagi lagi kadang-kadang sudah dianggap biasa bin lumrah.
• Masih Jomblo? Tenang, 5 Artis Tampan dan Kaya Ini Memilih Single di Usianya yang Lebih dari 30 Tahun
Tanpa sadar, waktu berjalan begitu cepat.
Tahu-tahu usia semakin bertambah dan melewati 'deadline' umur untuk segera menikah.
Karena itu, di media sosial didengungkan suara-suara dan aspirasi agar perusahaan memperbaiki sistem jam kerja.
Perusahaan diminta memerhatikan kebutuhan buruh untuk bergaul, bersosialisasi dengan lawan jenis.
Mereka tak ingin lupa menikah karena dibelit jam kerja yang tak manusiawi.
Berikut ini TribunStyle.com intip sejumlah isu menarik terkait Hari Buruh 1 Mei 2017.
1. Demo Jomblo
Dan kalangan jomblo pun menuntut jam kerja yang manusiawi agar mereka punya waktu untuk didekati dan mendekati calon pasangan hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/hari-buruh_20170501_124841.jpg)