10 Cara Aneh Orang Tua dari Seluruh Dunia Merawat Anak, Nomor 5 dan 7 Paling Unik
Akan tetapi perbedaan budaya yang ada membuat orang tua dari seluruh dunia memiliki cara yang berbeda-beda dalam merawat anak.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Rifan Aditya
TRIBUNSTYLE.COM - Semua orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Jarang sekali orang tua yang dengan tega membiarkan anaknya kelaparan dan sakit-sakitan.
Mereka akan selalu merawat anak-anaknya dengan sepenuh hati.
Akan tetapi perbedaan budaya yang ada membuat orang tua dari seluruh dunia memiliki cara yang berbeda-beda dalam merawat anak.
Mereka masing-masing memiliki cara yang unik dan tidak dimiliki orang tua di belahan bumi lainnya.
TribunStyle.com berhasil menemukan beberapa cara aneh dan unik yang dilakukan orang tua seluruh dunia dalam merawat anaknya.
Salah satu cara tersebut juga ada yang berasal dari Indonesia.
Berikut, 10 cara aneh orang tua dari seluruh dunia merawat anak:
1. Warga Norwegia membiarkan anak-anak mereka tidur di luar dalam suhu di bawah nol
Sudah umum bagi orang tua di negara-negara Nordik untuk meninggalkan balita mereka di dalam kereta bayi di luar restoran bahkan di musim dingin.
Bahkan hal ini dilakukan ketika orang tua sedang menikmati minuman panas atau makan siang di dalam rumah.
Udara segar yang membeku diyakini membuat mereka lebih bugar dan lebih tahan terhadap penyakit.
2. Ibu Kenya tidak pernah melihat ke mata bayi mereka.
Meskipun wanita Kisii di Kenya sangat terlibat dengan perawatan anak-anak, mereka mengalihkan pandangan begitu bayi mereka sedikit ternganga.
Ini adalah cara mereka mengajarkan kepada anak untuk tidak terlalu banyak mendapat perhatian.
3. Orang tua Vietnam melatih anak-anak mereka untuk buang air kecil
Setiap kali anak-anak Vietnam menunjukkan tanda-tanda perlu buang air kecil, ibu mereka membuat suara bersiul yang khas.
Pada usia sembilan bulan, anak-anak dapat menghubungkan suara tersebut dengan buang air kecil dan belajar untuk pergi ke kamar mandi sendiri.
4. Orang tua Suku Maya memandikan bayi mereka dengan air dingin
Balita di Maya biasanya mendapatkan air yang menyegarkan dengan air dingin dari orang tua sebelum tidur.
Mereka melakukan ini untuk melindungi anak dari panas terik dan menjaga kesehatannya.
5. Orang tua Mauritania meludahi wajah anak-anak mereka
Orang-orang Wolof, Mauritania menganggap air liur mereka dapat melestarikan kata-kata.
Jadi mereka meludahi bayi mereka yang baru lahir agar berkat mereka menempel pada anak itu.
Ibu biasanya meludahi wajah dan ayah meludahi telinga bayi mereka.
Mereka juga menyebarkan air liur ke seluruh kepala untuk memastikan anak itu menjalani kehidupan yang diberkati.
6. Bayi Finlandia tidur di kotak kardus
Ibu di Finlandia secara tradisional membuat sebuah kotak kardus yang dikemas dengan aksesoris yang berguna.
Ini berisi barang-barang termasuk kasur tipis, jadi kotak ini berfungsi sebagai alat pengasuhan anak dan tempat tidur pertama anak yang baru lahir.
7. Tedak siten di Indonesia
Tedak siten adalah suatu upacara dalam tradisi budaya Jawa yang dilakukan ketika anak pertama belajar jalan.
Biasanya dilaksanakan pada usia sekitar tujuh atau delapan bulan.
Tahapan dalam upacara tedak siten antara lain adalah membersihkan kaki, injak tanah, berjalan melewati tujuh wadah, tangga tebu wulung, kurungan, memberikan uang, dan melepas ayam.
Secara keseluruhan, upacara ini bermakna untuk mengajarkan konsep kemandirian pada anak.
8. Anak-anak Jepang makan semuanya dan tidak pernah gemuk
Orang tua Jepang, serta kantin sekolah, memperhatikan baik-baik makanan anak-anak.
Akibatnya, mereka mengikuti pola makan nabati termasuk sebagian kecil dari berbagai makanan bergizi tinggi dan tidak pernah makan dengan pilih sendiri.
9. Anak-anak Denmark menggantungkan empeng mereka ke pohon
Di Denmark, ini terjadi ketika anak-anak kecil berusia tiga tahun.
Mereka telah meninggalkan kebiasaan mengisap.
Anak-anak Denmark lantas meninggalkan empeng di sebatang pohon khusus untuk membuat perpisahan terakhir dengan mainannya.
10. Bayi Armenia memilih profesi masa depan-nya pada usia dini
Sebagai bagian dari ritual, ibu-ibu Armenia memasang sejumlah mainan di depan bayi mereka saat gigi pertama mereka muncul.
Item pertama yang mereka minati adalah diharapkan untuk memprediksi karir masa depan anak tersebut.
Sebuah buku biasanya mewakili seorang sarjana, uang melambangkan seorang bankir, dan sebuah pisau meramalkan bahwa anak tersebut akan menjadi seorang dokter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tedak-sinten_20170425_173445.jpg)