Walah! Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya yang Jelaskan Bahwa Tukang Selingkuh Tak Akan Berubah
Kamu mungkin juga pernah mendengar ungkapan: "Sekali selingkuh akan selalu selingkuh."
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Mereka menemukan setiap kali kita berbohong, responnya akan melemah.
Dalam penelitian tersebut menjelaskan: "Kami berspekulasi bahwa respon yang melemah karena tindakan berbohong tersebut bisa merefleksikan pengurangan respon emosi."
Singkatnya, setiap kali kita melakukan selingkuh atau apapun hal tak jujur dilakukan, respon otak akan rasa bersalah ini akan menjadi melemah dan melemah.
Neil Garret, penulis dari penelitian tersebut mengatakan kepada Elite Daily: "Jadi ketika kita berbohong untuk pertama kalinya kita akan merasa bersalah. Tapi selanjutnya kita akan merasa tidak begitu bersalah dan seterusnya, dan hasilnya malah akan membuat kita lebih besar bohongnya.
"Jadi ketika orang berselingkuh, saat pertama kali melakukannya ia merasa salah, tetapi begitu ia melakukan kedua kali dan ketiga kali mereka akan merasa biasa saja."
Selain amygdala, hormon vasopressin juga memiliki efek besar bagi seseorang bisa selingkuh.
Seperti hormon cinta, oxytocin, hormon vasopressin mempengaruhi rasa percaya, empati dan ikatan sosial.
Jadi terungkap, sikap biasa saja ketika kamu tidak jujur bukan saja mempengaruhi selingkuh.
Tetapi juga bisa mempengaruhi hidupmu, mulai dari pekerjaan, hubungan terhadap pasangan dan keluargamu.
Jadi mending enggak usah deh selingkuh, mending kalau ada masalah ya diomongin langsung dengan pasanganmu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/selingkuh_20170408_134233.jpg)