Breaking News:

Ular Piton Lebih Suka Mangsa Babi Hutan Daripada Manusia, Dalam Kasus Petani Sawit, Ini Alasannya

Seekor ular piton dengan panjang mencapai tujuh meter dilaporkan memangsa seorang petani kelapa sawit.

Tayang:
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSULBAR.COM/NURHADI/REPRO
Jasad Akbar, petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, saat dikeluarkan dari perut ular piton yang memangsanya, Senin (27/3/2017) malam. 

"Kalau kita dililit piton, jangan kita terlalu berontak-berontak.

Pertama, energi kita habis, kedua, nggak bisa lepas dari piton.

Kalau kita pura-pura lemas, bisa seketika itu ada kemungkinan lolos," kata Nia.

Piton biasanya akan menjatuhkan diri dari pohon-pohon yang tinggi, sehingga Nia memperkirakan bahwa daerah perkebunan kelapa sawit dulunya adalah kawasan hutan yang merupakan tempat mereka mencari makan dan bertahan hidup.

Ukuran piton yang besar membuatnya tidak bisa mengejar mangsa, seperti halnya kobra yang menyukai kebun kelapa sawit di Riau karena teduh.

Namun baik kobra maupun piton kemungkinan melihat kebun kelapa sawit sebagai lokasi mendapatkan sumber makanan.

Bagi ular sanca, kebun kelapa sawit menguntungkan karena kawasan itu menarik perhatian babi hutan, monyet, anjing hutan atau manusia -semuanya berpotensi menjadi mangsa yang bisa memberikan kalori cukup bagi mereka. (Ria Theresia/Grid.id/Tribun-Timur)(*)

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Tags:
Universitas BrawijayaSulawesi BaratNia Kurniawan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved