Breaking News:

Walah! Ahok Dianggap Jadi Contoh Buruk Bagi Anak-anak, Apa Iya?

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sebagai sosok yang ceplas-ceplos di media, sehingga terkesan kasar dan emosional.

Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) inspeksi pembangunan Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (6/3/2017). Dalam inspeksi tersebut Ahok ingin memastikan pembangunan masjid tersebut berjalan lancar. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNSTYLE.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sebagai sosok yang ceplas-ceplos di media, sehingga terkesan kasar dan emosional.

Hal itu bahkan pernah memantik reaksi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta Kementerian Dalam Negeri menindaklanjuti ucapan Ahok yang dinilai mereka kasar saat siaran langsung di televisi swasta.

"KPAI menilai dialog yang menampilkan kata-kata kotor dan kasar itu sangat buruk dan tidak pantas disampaikan oleh pejabat publik. Gubernur telah memberikan teladan sangat buruk bagi anak-anak," kata Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh kala itu di Jakarta.

Benarkah Ahok merupakan contoh buruk bagi anak-anak? Tentu jawabannya sangat subjektif.

Baca: Ahmad Dhani Dipolisikan Pro Ahok Gara-gara Kalimat Perlu Diludahi, Begini Ari Wibowo Menyindir

Baca: Begini Reaksi Penasaran Ahok Selama Nonton Film Moammar Emkas Jakarta Undercover

Baca: Ari Wibowo - 5 Fakta Menarik, Mulai Ahoker Sejati, Awet Muda Sampai Lawan Politik Ahmad Dhani

Bagi mereka yang pro, Ahok selama ini dinilai telah menelurkan berbagai kebijakan yang "ramah anak".

Dari sisi kebijakan sampai 2016, Ahok telah membangun 62 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

RPTRA dimaksudkan sebagai ruang publik terbuka hijau. Taman tersebut berisi permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kebutuhan masyarakat sekitar.

Contohnya, ruang perpustakaan, PKK Mart dan ruang laktasi.

Ahok berharap anak-anak yang dibesarkan di rumah susun Jakarta dapat memiliki kesempatan yang sama seperti Wali Kota London, Inggris yang baru terpilih, Sadiq Khan.

"Siapa tahu ke depan anak rusun bisa jadi wali kota, gubernur bahkan presiden," kata Ahok di Jakarta.

Pendidikan
Alokasi anggaran pendidikan untuk warga kurang mampu justru semakin variatif dan bertambah jumlahnya.

Anggaran Kartu Jakarta Pintar naik dari Rp 455.954.000.000 pada tahun 2014 menjadi Rp 2.500.000.000.000 pada tahun 2016.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
Basuki Tjahaja PurnamaAhokJakarta
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved