Sekarang Terlihat Lebih Feminin, Tapi Siapa Sangka Dulu Evelyn Sering Suntik Hormon Testoteron
Di Jepang, pada 17 Evelyn mulai melakukan suntik hormon testoteron. Itu hormon yang kebanyakan dimiliki lelaki.
Editor: Indan Kurnia Efendi
Dengan terus terang Evelyn melanjutkan, "Saya ingin bergaya seperti laki-laki, karena saya nyaman seperti itu. Ini masalah kenyamanan saja. Saya nyaman bergaya maskulin. Orientasi tidak terganggu. Saya suka laki-laki dan saya bisa melahirkan,” katanya menegaskan.
Evelyn memulai suntik hormon di Jepang saat usianya 17 tahun.
Usaha itu ia lakukan dengan tekun untuk menonjolkan sisi maskulinnya.
Meski begitu, suntik hormon harus melalui berbagai prosedur medis di Jepang.
“Saya melewati tes-tes terlebih dahulu. Segala sesuatu kalau mengikuti prosedur, enggak salah,” ujarnya.
Dua kali dalam sebulan Evelyn melakukan suntik hormon.
“Saya perfeksionis, mau gaya A, ya benar-benar harus seperti itu. Kalau saya nanti mau bergaya seperti Barbie atau Pokemon sekalipun, ya harus total, sedetail-detailnya. Maka saya suntik hormon untuk mengubah fisik saya,” kata Evelyn.
Namun, sejak pernikahan dengan Aming, dia mulai berubah.
Dia ingin benar-benar tampil feminim karena sebenarnya orientasi seksnya memang feminim.
Karena itu, dia menghentikan suntik hormon dan dan sempat hamil.
Namun, rupanya berhenti suntik hormon itu membuat emosi Evelyn sering meledak-ledak.
Bahkan, menurut rekannya Nikita Mirzani, dia sering marah dan itu yang dilaporkan Aming sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam gugatan cerainya. (Grid.ID/Hery Gaos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/evelyn-nada-anjani_20170117_192313.jpg)