5 Kisah Aborsi Bayi Ini Sungguh Tragis, Ada yang Tetap Dibunuh Meski Berhasil Keluar Hidup-hidup!
Cerita tentang kematian bayi akibat aborsi ini membawa simpati pada orang-orang.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Delta Lidina Putri
Pegawai magang, kepala ginekolog hadir dalam proses tersebut.
Sayang, ginekolog hanya ingin membunuh bayi tersebut demi kesuksesan aborsi.
Ia berkata pada pegawai magang bahwa meskipun bayi itu bisa keluar selamat, bayi itu boleh dibunuh dengan menekan batang tenggoroknya.
3. Hidup tapi hampir tidak bernafas
Seorang remaja memutuskan melakukan aborsi pada bayi 15 minggu yang dikandungnya.
Bayi yang dikeluarkan berhasil hidup.
Dokter menyuruh perawat untuk meletakkan bayi di ruang penyimpanan sampai pagi, tanpa alat bantu apapun.
Perawat yang hatinya tergerak berusaha membawa bayi itu ke rumah sakit lain, namun tidak ada yang mau menerimanya.
Bayi itu kemudian meninggal.
Namun, tangisan bayi dan nafas yang dikeluarkannya masih terus diingat oleh sang perawat.
4. Aborsi di akhir kehamilan
Bayi ini diambil dari rahim seorang ibu dengan intervensi medis.
Seorang perawat menyaksikan dokternya meletakkan bayi tak berdaya ini ke dalam ember di pojok ruangan.
Tak ada seorang pun yang menolong.
5. Hasil dari menghujat Tuhan
Seorang bayi 34 minggu ini secara paksa dikeluarkan dari rahim ibunya karena sang ibu tidak menginginkan anaknya itu hidup.
Bayi tersebut dapat lahir hidup dan bernafas.
Namun dokter menolak untuk menangani kesehatan bayi dikarenakan bayi itu dianggap hasil dari menghutan Tuhan.
Semoga, cerita-cerita tragis seperti di atas tidak terjadi lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/bayi_20170207_075648.jpg)