Kehilangan Tiket Kereta, Gadis Ini Menangis, Ada Orang Asing Melakukan Hal Tak Terduga Padanya
Seorang mahasiswi menangis karena kehilangan tiket keretanya saat menuju ke kampusnya.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Rifan Aditya
TRIBUNSTYLE.COM - Kehilangan tiket untuk naik kereta akan menjadi hal paling menyebalkan dan menyedihkan.
Apalagi kamu harus pergi ke tempat tujuan karena ada hal penting yang harus dilakukan.
Kasus ini menimpa Grace Georgina, seorang gadis berusia 21 tahun.
Baca: Hanya Orang Jenius yang Bisa Melihat Perbedaan dari Foto-foto Berikut Ini, Berani Coba?
Melansir dari Mirror.co.uk (18/1/2017) seorang mahasiswi menangis karena kehilangan tiket keretanya saat menuju ke kampusnya.
Dia adalah Grace Georgina mahasiswi 21 tahun dari universitas di Liverpool.
Grace mulai gelisah ketika menemukan bahwa tiket keretanya hilang.
Dia menangis tersedu-sedu karena tindakannya sendiri yang menghilangkan tiket kereta itu.
Grace yang juga bekerja di Liverpool Hilton Hotel, menulis seperti ini di twitternya:
"Saya tidak ingin mendengar siapa pun pernah mengatakan kata yang buruk tentang orang-orang dari Liverpool, Saya kehilangan tiket saat kembali dari London dan bahkan staf Trainline menolak untuk mencetak ulang tiket itu"
Ada orang lain yang memperhatikan Grace menangis.
Orang itu lantas mendekatinya.
Dia adalah Martin Gallagher, pria berusia 454 tahun, seorang perawat yang mengkhususkan diri dalam menangani penyakit ginjal.
Gallagher bekerja di Rumah Sakit Princess Elizabeth di Channel Islands.
Gallagher lantas mendekati Grace yang terlihat menagis dan mendapatkan masalah.
Gallagher mengatakan "Dia (Grace) bilang bahwa tidak akan mampu untuk melakukan perjalanan kembali ke universitas di Liverpool tanpa tiket yang sah."
"Gadis malang itu begitu marah dan mulai menangis dan saya hanya berpikir itu tidak baik".
Staf kereta juga tidak bisa diajak berkompromi.
Jadi, Gallagher akhirnya membelikan tiket baru untuk Grace.
Seperti ini cerita Grace:
"Seorang pria melihat saya menangis di telepon dan mendekat untuk membayar SERATUS TIGA ENAM POUND sebagai penggantian perjalanan saya. Yesus Kristus. Selamat pagi."
Namun bagi Gallagher tindakannya itu bukanlah apa-apa.
"Aku bahkan tidak ingat berapa banyak biaya tiket, tapi saya dibayar karena saya tidak pernah ingin orang meninggalkan gadis saya di negara lain." kata Gallagher.
Gallagher menjelaskan mengapa dia melakukan tindakan baik tersebut.
"Saya juga memiliki dua anak perempuan, 12 tahun dan 10 tahun, dan jika sesuatu seperti itu terjadi kepada mereka, saya ingin seseorang untuk membantu mereka." kata Gallagher.
Kisah ini lantas menjadi viral karena Grace kemudian menceritakannya di Twitter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/grace_20170118_230140.jpg)