Breaking News:

Bernafas Dalam-dalam Baik untuk Kesehatan, Lebih Baik Melalui Hidung atau Mulut?

Kebiasaan ini sangat melegakan saat dilakukan di pagi hari, dengan mata tertutup sambil menghadap matahari.

Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Desi Kris
uhooair.com
Ilustrasi-Menghidup Udara 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi

TRIBUNSTYLE.COM - Mengambil nafas dalam-dalam biasa kita lakukan diberbagai kesempatan.

Kebiasaan ini sangat melegakan saat dilakukan di pagi hari, dengan mata tertutup sambil menghadap matahari.

Bernafas dalam-dalam juga biasa dilakukan saat kita sedang mengalami ketegangan yang meningkat.

Udara yang masuk ke paru-paru dapat membantu proses sirkulasi darah ke otak dan membawa ketenangan.

Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan, bernafas dalam-dalam dapat memperkuat otak dan mempertajam ingatan.

Para peneliti di Northwestern University meminta 60 orang untuk membuat keputusan cepat berdasarkan kedalaman nafas mereka.

Para peneliti menemukan, mereka yang lebih cepat mengambil keputusan adalah mereka yang mengambil nafas panjang dalam, ketimbang mereka yang mengeluarkan nafasnya dikutip dailymail.com.

Selain itu para objek penelitian memiliki ingatan lebih kuat ketika mereka mengambil nafas ketimbang saat mengeluarkan nafas.

Dalam penelitian tersebut juga menemukan, bernafas dalam menggunakan hidung lebih baik ketimbang menggunakan mulut.

Temuan ini menyiratkan bahwa napas cepat dapat memberi keuntungan ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya, kata Christina Zelano, asisten profesor neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Jika kamu berada dalam keadaan panik, ritme pernapasanmu menjadi lebih cepat, "kata Zelano.

"Kibatnya kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu menghirup daripada ketika dalam keadaan tenang."

Hal tersebut akan membuat efek baik pada otak dan akan menyebabkan respon yang lebih cepat.

Lebih baik lewat mulut atau hidung?

Efek positif tersebut berkurang ketika subjek melakukan tugas yang sama saat bernapas melalui mulut mereka.

Sehingga efeknya adalah spesifik terhadap rangsangan menakutkan selama pernapasan hidung saja.

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Christina ZelanoNorthwestern University Feinberg School of MedicinTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved