Alamak! Satu dari Empat Mahasiswa Kedokteran Alami Depresi, Ternyata Ini Penyebabnya
Kurangnya tidur juga dapat menyebabkan tingginya tingkat depresi dan adanya kompetisi dapat menyebabkan mereka di bawah tekanan
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Lilis Maryati
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Guys, ketika kita merasa tidak enak badan maka pergi ke dokter menjadi solusi yang kita pilih.
Namun ternyata, pada sebuah penelitian menunjukkan bahwa para dokter tidak mampu untuk mengatasi diri mereka sendiri.
Studi baru di Journal of the American Medical Association menemukan lebih dari satu dari empat mahasiswa sekolah kedokteran dilaporkan mengalami depresi.
Dan sekitar satu dari sepuluh orang dilaporkan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Dan meski pun mereka dilatih untuk mengobati orang, studi ini menemukan kalau hanya 15 persen dari siswa dengan gejala-gejala ini dapat melakukan perawatan untuk diri mereka sendiri.
Banyak faktor yang memicu hal ini, yaitu tingkat depresi, kurang tidur, kurang dukungan, dan persaingan sulit yang telah dimulai sejak awal sekolah kedokteran hingga memulai karir.
Terkadang para mahasiswa harus berpisah dengan keluarga atau orang dekat dan kehilangan dukungan.
Kurangnya tidur juga dapat menyebabkan tingginya tingkat depresi dan adanya kompetisi dapat menyebabkan mereka di bawah tekanan dikutip teenvogue.com.
Ini sangat masuk akal jika mahasiswa kedokteran akan merasa depresi.
Banyak hal yang membuat para caalon dokter ini tidak ingin berobat.
Salah satunya mereka tidak ingin dokter lain mengetahui bahwa mereka mengalami gangguan psikologis.
Sebagian lain merasa menjali pelajaran sehari-hari sudah sangat padat untuk meluangkan waktu barang 30 menit untu melakukan terapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/mahasiswa-kedokteran_20161209_201152.jpg)