Breaking News:

Remaja Isep Vape Wajib Baca! Ilmuwan Berkata Rokok Elektrik 250 Kali Lebih Beracun Lho!

Sebuah bukti-bukti telah menunjukkan panas yang mengubah cairan elektrik itu menjadi uap terurai isinya.

Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Diah Ana Pratiwi
Fox News
Vape atau Rokok Elektrik. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Rifan Aditya

TRIBUNSTYLE.COM - Vape saat ini semakin populer dipakai oleh kalangan remaja.

Di tempat-tempat nongkrong seperti cafe banyak ditemukan anak-anak remaja yang suka mengisap vape.

Vape atau rokok elektrik ini bertenaga baterai dengan liquid atau cairan perasa yang dibakar.

Namun tahu kah kalian wahai anak-anak yang suka isep vape bahwa rokok elektrik itu 250 kali lebih beracun lho.

Melansir dari miror.co.uk (1/12/2016) bahwa satu isapan dari rasa rokok elektrik dapat membuat seorang perokok terkena kanker karena bahan kimia yang 250 kali lebih dari tingkat keselamatan yang direkomendasikan begitu kata para ilmuwan.

Vape
Vape/mirror.co.uk

Menurut penelitian tersebut, ketika dikonversi menjadi uap, beberapa zat aditif terurai menjadi senyawa beracun yang secara dramatis melebihi pedoman bagi kesehatan kerja.

Sebuah bukti-bukti telah menunjukkan panas yang mengubah cairan elektrik itu menjadi uap terurai isinya.

Kerusakan kimia ini menghasilkan aldehida beracun, termasuk formaldehida, selama proses pemanasan yang terjadi di dalam perangkat.

Aldehida adalah anggota kelas senyawa kimia organik yang digunakan dalam industri tekstil, makanan, karet, plastik, kulit, kimia dan perawatan kesehatan.

Vape
Vape/YouTube

Dr Andrey Khlystov dan rekannya menganalisis uap yang diciptakan dari beberapa cairan dalam rokok elektrik yang populer saat ini.

Tes itu menunjukkan jumlah senyawa yang membahayakan dan secara umum salah satu kepulan uap rasa terkandung kadar aldehida 1,5-270 kali di atas ambang batas aman sebagaimana yang ditetapkan oleh American Conference of Governmental Industrial Hygienists.

Dr Khlystov, dari Desert Research Institute, Nevada, mengatakan "semakin populernya rokok elektronik akan menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan efek yang merugikan kesehatan untuk pengguna primer dan orang yang terkena uap rokok elektrik tersebut.

Vape
Vape/Fox News

Bagaimana senyawa perasa dalam cairan rokok elektrik akan mempengaruhi komposisi kimia dan toksisitas uap yang tidak diketahui.

Cairan rokok elektrik ini dipasarkan di hampir 8.000 rasa yang berbeda, menurut laporan tahun 2014 oleh WHO.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Tags:
WHOInggris
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved