Istri Dibunuh Secara Sadis, Suami Pertanyakan Prosesnya Terkatung-katung di Polres Lombok Timur
Proses penyidikan pembunuhan sadis pada istri tercinta masih terkatung-katung di Polres Lombok Timur, Bambang Wahyudi tiada lelah mencari keadilan.
Penulis: Agung Budi Santoso
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM, LOMBOK TIMUR - Sudah 1,5 tahun berlalu, proses penyidikan kasus pembunuhan sadis terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Siti Ummi Utami, 40 tahun, di Polres Lombok Timur masih terkatung-katung, tanpa kejelasan.
Sang suami tercinta, Bambang Wahyudi, 44, kebingungan harus mengadu pada siapa.
Ia terus mencari keadilan, karena hingga kini dirinya masih sangat terpukul lantaran kehilangan istri sekaligus ibu dari buah hati tercinta, Atsil Rizky, 11 tahun.
Apalagi si buah hati, waktu itu menjadi saksi mata kekejian pencoleng rumahnya yang kepergok aksinya oleh sang ibu, lalu secara sadis menghabisi nyawa wanita yang menunaikan ibadah puasa Ramadan itu.
"Barang bukti di TKP berupa rambut yang diduga kuat rambut pelaku tidak dilaboratoriumkan sampai sekarang. Dan dari informasinya, sehelai rambut memerlukan biaya Rp 4.100.000. Namun sampai saat ini barang bukti rambut pelaku tidak pernah ditindak lanjuti. Apa karena saya rakyat kecil?" curhat Bambang Wahyudi kepada TribunStyle.com, Minggu (27/11/2016).
Bambang Wahyudi mengaku tak akan lelah mencari keadilan.
Karena buah hatinya masih meninggalkan trauma atas pembunuhan pada sang ibu, yang mana dia melihat sendiri kejadiannya.
Ia melihat sang ibu dianiaya, lalu dihabisi, di depan matanya sampai berdarah-darah.
"Kesaksian dan keterangan dari anakku juga dianggap tak layak karena dinilai masih di bawah umur," tuturnya.
Alkisah, musibah memilukan itu terjadi pada Senin (22/6/2015) pagi silam di kawasan Bermis 2, Selong, Lombok Timur.
Almarhumah Siti Ummi Utami pagi itu pergi keluar rumah untuk membeli sayur dan lauk-pauk untuk persiapan berbuka puasa Ramadan.
Sementara Atsil Rizky, anak tercinta, menonton TV di rumah.

Almarhumah Siti Ummi Utami, 40 tahun, korban aksi perampokan dan pembunuhan di kawasan Bermis 2, Selong, Lombok Timur, Senin (22/6/2015) silam. Proses penyidikan di Polres Lombok Timur masih terkatung-katung hingga 1,5 tahun setelah kejadian berlalu.
Pada saat si kecil sendirian di rumah itu, ditambah lagi sang suami pergi bekerja mencari nafkah, perampok menggarong rumah korban.
Diduga asyik nonton TV, rupanya si kecil tidak mendengar ada orang asing masuk rumah.
Sang garong pun diduga tidak menyadari kalau rumah sebenarnya tidak benar-benar kosong, melainkan ada anak kecil di dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/pembunuhan_20161127_185233.jpg)
