Pria Ini Simpan Mayat Anaknya Dalam Kulkas Selama 6 Tahun, Ada Alasan Haru di Balik Itu!
Merasakan kesakitan yang terlalu dalam, akhirnya suami istri ini sepakat untuk tidak mengubur anak laki-laki mereka.
Penulis: Delta Lidina Putri
Editor: Delta Lidina Putri
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Delta Lidina
TRIBUNSTYLE.COM - Kasih sayang orang tua kepada anaknya memang tak akan pernah berakhir.
Sekalipun anaknya telah tiada.
Hal ini dibuktikan oleh Tian Xueming dan istrinya yang berasal dari Kota Chongqing, Tiongkok bagian selatan, dilansir dari Daily Mail.
Mereka berdua begitu mencintai anaknya yang sudah meninggal terlebih dahulu.
Tahun 2006 silam, anak laki-laki mereka yang berusia 18 tahun meninggal gara-gara leukimia.
CEN/Europics
Sebagai seorang ayah, Tian sangat terpukul atas kejadian itu.
Sebelumnya, anak keduanya yang berusia 15 tahun juga telah meninggal terlebih dahulu karena terkena penyakit heatstroke.
Kematian kedua anaknya itu terjadi dalam rentang waktu 10 tahun.
Merasakan kesakitan yang terlalu dalam, akhirnya suami istri ini sepakat untuk tidak mengubur anak laki-laki mereka.
Solusinya, mereka menyimpan tubuh anaknya ke dalam freezer selama bertahun-tahun.
CEN/Europics
Quirky China News/Rex Features
Hal ini dilakukan agar saat pasangan ini rindu, mereka bisa melihat anaknya sewaktu-waktu.
Setiap kali Tian dan istrinya merindukan anaknya ini, mereka siam-diam membuka freezer dan hanya berdiri terdiam di samping pendingin besar itu.
Quirky China News/Rex Features
Tian juga memperhatikan daya listrik agar freezer tetap dingin.
Tukang kayu berusia 54 tahun ini telah menyiaplan generator untuk back up saat terjadi pemadaman listrik.
Quirky China News/Rex Features
Sebenarnya, para tetangga menyarankan agar mengubur anaknya, tetapi Tian menolaknya.
Dia tahu hal ini adalah salah, namun dengan cara ini dia bisa tetap denkat dengan sang anak tercintanya.
"Ini mungkin salah, tapi hanya cara inilah yang bisa mengobati rasa sakit hatiku ini, mereka tak tahu rasanya ditinggal dua anak yang paling disayangi," ungkap Tian.
Kisah Sedih - Parah! Pria Ini Berjalan Kaki 12 KM Gendong Mayat Istri Karena Alasan Ini
Seorang pria terpaksa harus menggendong mayat istrinya sejauh 12 Km setelah sebuah rumah sakit diduga gagal menyediakan ambulan untuk membawa mayatnya pulang ke kampungnya.
Amang (42), Istri dari Dana Majhi, meninggal karena tuberkolosis di rumah sakit di kota Bhawanipatna, terletak 59 Km dari rumahnya.
Majhi mengatakan ia tak dapat menyewa kendaraan dan membawa mayat istrinya pulang, ia akhirnya berjalan dengan anaknya yang berusia 12 tahun, Chaula.

Foto-foto: metro.co.uk
Tetapi, pihak rumah sakit menolak tuduhan tersebut.
Duda tersebut mengatakan kepada BBC, ia menutupi tubuh istrinya dengan kain dan mulai berjalan ke Melghar untuk mengadakan ritual terakhir.
Ia mengatakan, "Aku memohondengan staf rumah sakit untuk menyediakan kendaraan untuk membawa mayat dari istriku, tapi berhasil, aku tidak punya pilihan lain selain membawanya di pundakku."

Setelah berjalan sejauh 12 Km, orang menghentikannya untuk membantu dan akhirnya ambulan datang.

Seorang distrik kolektor, Brunda D mengatakan sebuah kendaraan sudah dipesan untuk Majhi secepatnya setelah ia mendengar kabar tersebut.
Ia mengatakan pada BBC bahwa pemerintah setempat akan memberikan keluarga tersebut 2000 rupee atau sekitar 400 ribu rupiah. untuk mengkremasi masyarakat miskin tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tian_20161126_173308.jpg)




