Hebat! Pop Art Keren Ini Dibuat Dari Sisa-sisa Makanan, Kamu Bisa Buat?
Seorang seniman fanatik makanan yang mendapatkan ketenaran di Instagram karena seni budaya pop yang keren.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Delta Lidina Putri
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang seniman fanatik makanan yang mendapatkan ketenaran di Instagram karena seni budaya pop yang keren.
Tisha Cherry, perempuan yang lahir di New Jersey dan merupakan seorang perawat, mengambil inspirasinya dari film, musik, selebritis dan membuat ulang gambar ikonik menggunakan makanannya setiap hari.
"Budaya pop dasarnya adalah renunganku dan makanan yang ada di piringku adalah medianya," ucap Cherry kepada Frank151 karena hobinya yang tak biasa, dilansir dari Daily Mail.
Foto-foto: Instagram/Tisha Cherry
Mulai dari Oreo hingga saus, hingga semangka dan Caviar, makanan apapun akan dijadikan media seni, menurut Cherry.
"Ini tentang menemukan bahan tepat untuk meniru warna dan barang yang tepat untuk memanipulasi bahan tersebut," jelasnya.
"Aku menggunakan apapun didapurku: sumpit, tusuk gigi, gunting dapur, pisau buah dan sebagainya. Dan jika kau membuat kesalahan, ya aku tinggal makan!"
Cherry yang memiliki akun Instagram bernama tishacherry (https://www.instagram.com/tishacherry/) sekarang memiliki 33,4 ribu follower dan terus bertambah.
Ia mengatakan bahwa hobinya tersebut datang dari kecintaannya akan makanan dan kebosanannya akan rutinitas.
"Sekitar empat tahun lalu, aku melihat siluet dari Bart Simpson di tumpukan remah-remah saat aku menyiapkan brownies." tandas Cherry.
"Sejak saat itu, setiap aku melihat makanan aku melihat kemiripan dengan apapun."
Lucunya, ia mengaku sering menemukan situasi dirinya sedang mendapatkan ide yang sangat bagus, namun tidak bisa membuat makanannya menjadi maha karya karena ia sangat lapar atau tidak mau bertingkah tidak sopan di restoran.
Saat dihadapkan pilihan kedepan untuk menjadi seniman, Cherry menghindar, setidaknya untuk sekarang.
"Aku melihat masak dan membuat kue adalah bentuk seni dan menjadi terapi bagi diriku," tegasnya.
"Aku berharap untuk mengembangkan kemampuanku dan melakukan pendekatan yang lebih berseni, namun untuk sekarang aku puas dengan piringku sebagai kanvas dan sumpitku sebagai kuas lukis."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/seni_20161124_162015.jpg)















