Breaking News:

Dari Jual Video Gituan ke Anak SMP Sampai Hanya Terima Tamu Bule, Begini Hidup Waria Taman Lawang!

“Maaf, nggak terima tamu lokal. Saya cuma terima tamu impor, rate saya Rp 2 juta,” ucap W, salah satu waria asal Kemang

Tayang:
Editor: Lilis Maryati
Tambo - WordPress.com

Memang, tidak semua waria terhubung dengan profesi ini, namun kisah waria Jakarta tidak bisa dipisahkan dengan sebuah area di bilangan Menteng yang dikenal sebagai Taman Lawang.

Beberapa tahun silam, Taman Lawang dan area sepanjang Jl Latuharhari, ramai menjadi “markas” para waria menjajakan diri.

Jumlahnya puluhan, dan areal mangkalnya meluas hingga pinggiran Jl. Sultan Agung yang dekat dengan jalan baru yang menghubungkannya dengan Jl. Rasuna Said.

Sekarang, meski tidak seramai dulu, Taman Lawang memang belum bisa steril dari penyakit masyarakat.

Terakhir, saat operasi gabungan digelar oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Menteng yang dipimpin camat Menteng Dedy Arif, bulan Agustus 2016 lalu, masih ada saja waria yang terjaring dan dijebloskan ke Panti Sosial Kedoya, Kebon Jeruk.

Meskipun jumlahnya hanya seorang.

Melihat jumlahnya yang kecil, warga Jakarta, bolehlah merasa senang.

Artinya, permasalahan PSK waria sudah bisa tertanggulangi.

Bisa jadi, banyak yang mengira bahwa waria sekarang sudah alih profesi.

Tidak lagi menjadi PSK dan meresahkan warga.

Transaksi Seks di Dunia Maya

Meski di dunia nyata waria tidak terlihat, namun kiprah mereka tidak berhenti begitu saja.

Banyak di antara waria yang jelas-jelas menjajakan dirinya melalui jaringan internet.

Tanpa malu-malu, mereka membuka praktik, baik lewat media sosial maupun lewat situs-situs yang menawarkan layanan escort.

Sebenarnya, hal ini bukan hal baru, bahkan sudah menjadi rahasia umum.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Tags:
Taman LawangJakartaMiss Waria 2016
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved