Racun Sengat Tawon Ini Ternyata Bisa Menjadi Senjata Ampuh Untuk Kanker, Keren!
Walau memang sengatan ini bisa sangat sakit, ilmuwan semakin percaya bahwa hal ini mungkin bisa jadi jalan keluar untuk kanker.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Diah Ana Pratiwi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Racun dari sengatan tawon Brasil ini dipercaya para ilmuwan dapat membantu melawan sel kanker ternyata.
Studi di lab tersebut mengatakan bahwa racun yang ada di sengatan tersebut dapat membunuh sel kanker tanpa harus merusak sel normal.
Tim Universitas Brasil mengatakan bahwa eksperimen ini mengaitkan sel tumor dan membuatnya membocorkan molekul vital.
Melansir dari BBC Pekerjaan ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui bahwa metode ini akan aman untuk manusia.
Polybia paulista adalah tawon agresif endemik yang hanya ada di tenggara Brasil.
Walau memang sengatan ini bisa sangat sakit, ilmuwan semakin percaya bahwa hal ini mungkin bisa jadi jalan keluar untuk kanker.
Di dalam racunnya tersebut terdapat sebuah racun yang dinamakan MP1 yang biasanya digunakan untuk menyerang buruan dan membela diri.
Dan studi terbaru di seekor tikus menunjukkan bahwa racun ini dapat menemukan sel kanker dan menghancurkannya.
Prof Joao Ruggiero Netto dan koleganya sedang mencari tahu bagaimana caranya dan sedang meneliti menggunakan mikroskop.
Mereka menemukan MP1 ini berinteraksi molekul lemak yang kemudia didistribusikan di permukaan dari sel kanker, membuat lubang yang membuat molekul sel tersebut bocor.
Dalam sel sehat, molekul yang sama tersembunyi di dalam.
Jadi sel yang sehat harus menghindari serangan dari MP1, ungkap Biophysical Journal.
Pembantu peneliti Dr Paul Beales, dari Universitas Leeds, mengatakan terapi kanker yang menyerang komposisi lipi dari sel membran akan sangat berbeda dari obat anti kanker.
"Ini bisa jadi sangat berguna untuk perkembangan kombinasi terapi baru, dimana beberapa obat digunakan secara beruntun pada pasien kanker dengan menyerang beberapa bagian dari sel kanker di waktu yang sama," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sengatan-lebah_20161116_202427.jpg)