Iuh! Perempuan Ini Membuat Karya Seni Lukis Menggunakan Darah Menstruasinya!
Ia mengikuti tradisi lukisan perempuan kuni, yaitu ia menggunakan darah menstruasinya untuk membuat karya seninya.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Desi Kris
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Jess Cummin adalah seorang peluksi di Glasgow School of Art and Design, Skotlandia.
Ia mengikuti tradisi lukisan perempuan kuni, yaitu ia menggunakan darah menstruasinya untuk membuat karya seninya.
Enam lukisan yang ia sudah selesaikan sejauh ini berpose perempuan sedang bermeditasi, sebuah karyanya di gantung dirumahnya.
Ia berharap untuk membuat karya ini lebih banyak dan berencana untuk menjualnya.
"Aku akan kaget jika ada orang yang membelinya, dan juga tersanjung," ucapnya.
"Orang pikir ini sangat jorok padahal enggak." lanjutnya
Untuk menyelesaikan lukisan, Jess Cummin, menyelesaikannya lima hingga 25 menit, terlihat cepat, padahal untuk membuat sebuah lukisan prosesnya menghabiskan 3 minggu.
metrouk2
"Aku melukis menggunakan tampon, atau aku mengumpulkan darah di kuas yang aku taruh didekat organ intimku," jelasnya.
"Jika aku mengalami menstruasi yang lebih banyak, maka mengumpulkannya menjadi lebih cepat."
Dalam semalam, warnanya berubah dari merah menyala menjadi merah kecoklatan saat darah mengering.
Jess mengatakan bahwa melukis menggunakan darah tidak terlalu berbeda dengan melukis menggunakan cat minyak atau arang.
Di masa depan, ia akan mencampurkan darahnya dengan tinta untuk mengintensifkan warnanya.
Tahun lalu, ia pertama kali mencoba untuk melukis menggunakan darah saat ia sedang menstruasi.
"Suatu hari aku menstruasi dan aku pikit kenapa enggak aku melukis menggunakan darah," ucapnya. "Aku orangnya memang open minded."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jess-cummin_20161106_101826.jpg)
