Breaking News:

Hati-hati, Minuman Kaleng Berenergi Ternyata Dapat Picu Keluhan pada Hatimu

Hobi minum minuman kaleng, Pria ini terpaksa dibawa ke rumah sakit karena mengalami anoreksia dan mengalami nyeri perut yang terus memburuk.

Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Lilis Maryati
dailymail.co.uk

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi

TRIBUNSTYLE.COM - Guys, apakah kamu penggila minuman kaleng?

Selain praktis, minuman ini sangat menyegarkan jika dikonsumsi saat haus di bawah panas terik.

Namun kabar buruk datang dari Inggris, karena hobinya minum minuman kaleng, seorang laki-laki (50) akhirnya mengalami gangguan liver.

Lelaki tersebut meminum empat hingga lima kaleng minuman berenergi dalam sehari.

Ia terpaksa dibawa ke rumah sakit karena mengalami anoreksia dan mengalami nyeri perut yang terus memburuk.

Pada mulanya pria ini hanya menganggap keluhannya sebagai gejala flu, namun kemudian ia mendapati kulitnya menguning.

Keluhan ini sangat erat hubungannya dengan hepatitis yang sering dikaitkan dengan penggunaan alkohol dan narkoba yang berat.

Para dokter di University of Florida College of Medicine, menulis dalam jurnal BMJ Case Reports, ditemukan gejala yang mengarah ke hepatitis akut - penyakit berat hati.

Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa penyebab paling mungkin adalah vitamin B3, yang diketahui sebagai niasin, dikutib dailymail.co.uk.

Jika dalam satu botol mengandung 40 mg niasin, maka pria tersebut telah mengonsumsi 200 mg niasin per hari.

Sayangnya ia melakukannya dalam 21 hari berturut-turut.

Para dokter dan peneliti berharap hal ini menjadi kewaspadaan tersendiri karena semakin meningkatnya permintaan minuman berenergi.

Sebuah survei yang melibatkan Inggris dan 15 negara-negara Eropa lainnya menemukan bahwa 68 persen dari  anak beursia 11 sampai 18 tahun dan 18 persen dari anak-anak berusia 10 dan di bawahnya mengkonsumsi minuman energi.

Dengan 11 persen dari kelompok yang lebih tua dan 12 persen anak-anak minum setidaknya satu liter dalam satu sesi.

Gavin Partington, direktur umum the British Soft Drinks Association mengatakan, " Niacin yang dikenal dengan vitamin B3 sebetulnya terkandung dalam berbagai makanan termasuk daging, ikan, telur dan susu".

Para dokter mengingatkan untuk tidak memberikan minuman ini kepada anak-anak karena masih belum kuatnya kekebalan tubuh mereka.

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
University of Florida College of MedicineBMJ Case ReportsTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved