Sophia Latjuba Ungkap Jati Diri, Berdarah Bugis, Arab, Eyang Duta Besar Mesir Tahun 1956
Mungkin tak banyak yang tahu siapa silsilah keluarga artis kelahiran Berlin, Jerman, 18 Agustus 1970, tersebut.
Penulis: Suut Amdani
Editor: Suut Amdani
Panjang lebar Sophia memberikan keterangan pada unggahan foto di bawah ini.
Dear Eyang, wish you were here right now Lahir tanggal 2 Mei 1909 di Una-una, Sulawesi Tengah.
Beliau adalah anak keturunan Arab yg sdh sejak lama bermukim di nusantara.
Sejak muda, Latjuba meninggalkan kampung halamannya utk menuntut ilmu di Yogyakarta.
Di Yogyakarta, beliau tinggal di di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.
Dr Tjokroaminoto, Latjuba banyak menimba ilmu organisasi dan berkenalan dgn tokoh politik spt M. Roem, Soekarno, Syarifudin Prawiranegara.'
Tahun 1925, Latjuba bergabung dengan Jong Islamieten Bond (JIB) yang didirikan oleh Syamsurizal, Moehammad Koesban, dan Soedewo.
Beliau juga bergabung dengan Moeslim Broederschaap yg didirikan oleh M. Djojosoegito dan Moehammad Hoesni pd thn yg sama.
Tahun 1932, beliau melanjutkan sutdi di Jurusan Sospol Universitas Lahore, India.
Tahun 1937, beliau kembali ke Yogyakarta dan tinggal di rumah H. Zarkasyi, salah satu tokoh Persyarikatan Muhammadiyah kala itu.
Beliau kemudian menikah dengan gadis pilihannya bernama Siti Fatihah.
Tahun 1952, Latjuba diangkat menjadi sbg Kuasa Usaha (Charge d’Affairs ad Interim) dengan gelar Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh untuk memimpin Kedutaan Besar Republik Indonesia di Karachi (Pakistan).
Tahun 1956, beliau dipindah tugas dan menjadi Duta besar RI untuk Mesir.
Pada tahun ini, belaiu mengajak tokoh-tokoh Indonesia di Kairo untuk mendukung berdirinya Sekolah Indonesia Cairo (SIC) di kawasan Dokki, Giza, Cario.
Pada Jalsah Salanah tahun 1975, beliau menawarkan diri membantu Ketua Umum saat itu, H. M. Bachroen, untuk menerjemahkan The Holy Qur’an karya Maulana Muhammad Ali.
Beliau menerjemahkannya dimulai dari surat-surat juz amma.
Sayang sekali, beliau tidak dapat melanjutkan pekerjaan itu, karena pada tahun 1975 beliau dipanggil oleh Allah Ta’ala.
Mahmud Lamako Latjuba wafat pada tanggal 7 Desember 1975 di Jakarta dalam usia 66 tahun.
Sumbangsih beliau bagi bangsa Indonesia pada umumnya semoga selalu dikenang dan diteladani oleh kita semua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sophia-latjuba_20161027_232616.jpg)