Di-bully karena Kulit Hitam Legamnya, Perempuan Ini Malah Jadi Model Tenar di Internet
Dengan dukungan orang di sekitarnya, anak yang di-bully bisa menjadi sangat sukses, atau ya menjadi orang yang kuat.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Cecylia Rura Patulak
Korban bully yang tak tahan dengan segala tekanan yang diterima bisa melakukan tindakan ekstrem demi lepas dari sasaran.
Yang paling parah, mereka bisa saja bunuh diri karena sudah tak kuat menerima segala tindakan kasar pelaku bullying.
Alasan seseorang menjadi sasaran bully pun bermacam-macam.
Kekurangan fisik, kemampuan intelegensi, bahkan karena punya kelebihan pun orang bisa menjadi target bully-an.
Kasus bully pada remaja terjadi hampir di seluruh dunia.
Dilansir Daily Mail, Marika Nagi (19) adalah korban bully yang berasal dari Wythenshawe, Manchester, Inggris.
Dia di-bully karena kekurangan fisiknya.
Sekitar 60 persen bagian badannya tertutup tanda lahir.
Bahkan ukuran terbesar bisa mencapai 30-45 cm.
Itulah kenapa dia sering dipanggil dengan sebutan sapi dan sering diledek terkena cipratan lumpur.
Setelah bertahun-tahun menjadi sasaran bully, Marika mengaku dia kini telah menemukan kepercayaan dirinya atas kekurangan fisik yang dia miliki.
Dia tengah berusaha meraih impiannya untuk bisa berakting.
Dia ingin bisa menginspirasi remaja perempuan lain agar bisa mencintintai diri mereka apa adanya.
Gadis yang lahir di Jerman ini sekarang sedang mengikuti program au pair di Inggris.
Marika mengatakan, "Aku menghabiskan masa kecilku untuk mengurung diri. Tapi, sekarang aku tak akan membiarkan orang lain menghentikanku untuk meraih ambisiku."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/khoudia-diop_20161025_172135.jpg)
