7 Alasan Tak Terduga Mengapa Dokter Kini Tak Pernah Menyuntik Saat Obati Pasien, Cuma Kasih Obat!
Tak seperti dulu, kini dokter tak pernah lagi obati pasien dengan menyuntikkan obat. Ini 7 alasan tak terduga.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Agung Budi Santoso
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Zaman dulu, pasien itu punya sugesti bahwa dirinya bakal sembuh kalau sudah disuntik dokter!
Sekarang berbalik.
Nyaris tak ada lagi dokter mengobati pasien dengan disuntik.
Semua dokter kini meninggalkan kebiasaan suntik-menyuntik yang dulu jadi kebiasaan wajib dokter pada era sebelum masa tahun 2000-an.
Mengapa?
Ya, suntikan merupakan salah satu cara yang digunakan oleh seorang dokter untuk mengobati pasiennya.
Beberapa orang di sebagian daerah terkadang pergi ke dokter untuk meminta disuntik, meskipun belum tahu penyakitnya.
Hal ini bisa dilakukan oleh orang-orang lanjut usia dan hidup di daerah.
Namun berjalannya waktu, tidak hanya di kota, praktek suntik pun mulai nampak berkurang dibeberapa daerah.
Lantas apa penyebab seorang dokter tidak menyuntik pasien dan hanya memberinya obat?
Berikut 7 alasan mengapa dokter menghindari menyuntik yang berhasil tim TribunStyle.com peroleh:
1. Cukup dengan obat biasa
Para dokter kerap kali menolak menyuntik pasien karena yakin bahwa sakit yang diderita pasien merupakan sakit ringan.
Selain itu dokter memahami bahwa dosis obat biasa (obat oral) sudah cukup untuk memulihkan kondisi pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/menyuntik_20161018_130635.jpg)