Breaking News:

7 Benda Jadul untuk Menyimpan dan Mendengarkan Musik

Buat kalian pecinta musik, tahu nggak sih sejarah adanya perangkat dan media pemutar musik?

Tayang:
Penulis: Cecylia Rura Patulak
Editor: Cecylia Rura Patulak
TribunStyle.com
Ilustrasi berbagai macam media penyimpan dan pemutar musik dari waktu ke waktu. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Cecylia Rura Patulak

TRIBUNSTYLE.COM - Pergantian era yang selalu berubah membuat banyak perubahan pada gaya hidup manusia.

Satu di antara lifestyle yang kerap menjadi kebiasaan kita adalah mendengarkan musik.

Nah, kalian di generasi sekarang perlu merasa beruntung dengan adanya Internet.

Berbagai hal dapat kalian nikmati, termasuk musik.

Melansir melalui wikipedia.org, Internet masuk ke Indonesia sejak tahun 90an.

Sebelum ada protokol Internet (IP), kaum muda mengandalkan piringan hitam, kaset, CD player, hingga berbagai aplikasi musik yang dapat diinstal di komputer dan gadget.

Kini, penikmat musik sudah dipermudah dengan beragam aplikasi musik dan video musik.

Contohnya YouTube, JOOX, SounCloud, iTunes, TrackID dan berbagai aplikasi menarik lainnya.

Berikut ini, TribunStyle.com pingin ngajak Tribunners buat flashback sejenak tentang alat pemutar musik di masa lampau.

1. Radio Transistor Portabel


flickr.com

Alat ini mulai dijajakan di tahun 1950an dengan nama Regency TR-1.

Awalnya, alat ini digunakan untuk kepentingan kemiliteran.

2. Kaset


a2ua.com

Di era 70an hingga 80an, Philips mengeluarkan produk kaset yag dilengkapi pita magnetik.

Funsi dari pita ini sendiri digunakan untuk merekam suara ke dalam kaset dengan jangka waktu lebih lama.

Semakin panjang pita yang dimiliki, semakin banyak koleksi suara atau lagu yang dapat direkam.

20 tahun setelahnya, Sony memproduksi Sony Walkman, sebuah alat yang digunakan untuk merekam suara.

Inilah yang menginspirasi adanya iPod dan Zune.

3. Sony Walkman


maxisciences.com

Pemutar musik ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1979.

Walkman dilengkapi headphone, serta tape sebagai pemutar kaset hingga mampu mengeluarkan suara setereo Hi-Fi.

Alat ini dioperasikan menggunakan baterai jenis AA.

4. Compact Disc


a2ua.com

Media ini pertama kali diperkenalkan oleh James T. Russel di tahun 1979.

Produk pertama berukuran diameter 7 inci dan 45 rpm.

Compact Disc atau CD digunakan untuk menyimpan file digital.

Dikutip melalui berbagai sumber, konon CD diciptakan untuk menggeser alat pemutar musik gramophone.

Di tahun 1985, muncul produk CD-ROM yakni compact disc with read-only memory.

CD semakin berkembang di tahun 1990 saat Sony dan Philips mengeluarkan CD-Recordable yang mampu merekam dan meng-copy album musik.

10 setelahnya, CD menggeser media kaset.

5. Discman


pinterest.com

Memasuki era 80an, muncul discman atau pemutar musik menggunakan media compact disc atau CD.

Perusahaan Sony bekerja sama dengan Philips menciptakan produk yang juga dikenal dengan jenis D-50.

Sayangnya, alat yang satu ini dianggap kurang memenuhi keinginan penggunanya lantaran ukuran yang terlalu besar.

Ini juga membatasi penggunanya dalam menyimpan berbagai jenis musik.

6. MP3


eBay.com

Memasuki era milenium, MP3 player muncul sebagai alternatif kaum muda dalam menikmati musik.

Kelebihannya, media ini mampu mengeluarkan suara musik dengan kualitas high audio.

Mulanya, alat ini diciptakan pada tahun 1983 dengan kapasitas menyimpan file lagu terbanyak 8 buah playlists.

Kini, MP3 player mampu menampung ribuan file lagu.

7. Ponsel dan Komputer


allenglish.info

virgin.com

Di tahun 2010, produk ponsel kian berkembang.

Mulai dari sini, musik dapat dinikmati melalui ponsel.

Beragam aplikasi pun ditawarkan untuk memenuhi keinginan konsumen.

Contohnya pemutar musik Winamp dan Windows Media Player pada komputer.

Wah, cukup panjang juga ya perjalanan perkembangan musik.

Kini, kita dipermudah dengan adanya Internet.

Tentu hal ini sudah nggak asing lagi buat kita ya.

Tinggal download dan save, jenis musik yang diinginkan sudah dapat dinikmati.

(Sumber: dari berbagai sumber)

-------------------------

Jangan Lupa!

Add Friend

Like Fanpage Facebook: Tribun Style

Follow Twitter: @tribunstyle

Instagram: @Tribunstyle

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Compact Disc (CD)PhilipsSonyWalkman
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved