Awas! Ternyata Terlalu Banyak Duduk Bisa Sebabkan Kematian! Negara Ini yang Paling Apes
Berbagai penelitian menjelaskan bagaimana efek dari duduk terlalu lama bagi kesehatan baik dengan atau tanpa berolahraga.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Delta Lidina Putri
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Guys, apakah kamu termasuk seseorang yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop atau televisi tanpa berpindah-pindah?
Jika iya, kamu wajib baca artikel ini. guys.
Dilansir boldsky.com, hampir empat persen (sekitar 433.000 per tahun) kematian di dunia ini ternyata disebabkan oleh kebiasaan orang-orang yang menghabiskan waktunya lebih dari tiga jam untuk duduk tanpa berpindah-pindah.
Berbagai penelitian dalam sepuluh tahun terakhir juga menjelaskan bagaimana efek dari duduk terlalu lama bagi kesehatan baik dengan atau tanpa berolahraga.
Studi baru yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine, memperkirakan porsi kematian disebabkan "efek duduk" pada warga 54 negara menggunakan data dari 2002 gingga 2011.
"Sanagt penting utnuk meminimalkan kebiasaan menetap untuk mencegah terjadinya kematian lebih awal di seluruh penjuru dunia", kata penulis utama studi Leandro Rezende dari University of Sao Paulo di Brasil.
Pria ini juga menjelaskan kalau mengurangi intensitas duduk di satu tempat dapat meningkatkan harapan hidup 0,20 tahun.
Hasil penelitian ini mengatakan kalau 60% dari masyarakat dunia menghabiskan lebih dari 3 jam sehari untuk duduk (rata-rata pada orang dewasa waktu duduk mereka adalah 4,7 jam / hari).
Di antara wilayah yang diteliti, ada lebih banyak kematian di daerah Pasifik Barat, diikuti oleh negara-negara Eropa, Mediterania Timur, Amerika dan Asia Tenggara.
Tingkat tertinggi ditemukan di Lebanon (11,6 persen), Belanda (7,6 persen) dan Denmark (6,9 persen), sedangkan tarif terendah berada di Meksiko (0,6 persen), Myanmar (1,3 persen) dan Bhutan ( 1,6 persen).
Para penulis menghitung bahwa mengurangi jumlah waktu duduk sekitar dua jam (setengah) dapat menurunkan 2,3 persen angka kematian.
Hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang mulai concern menjalankan program "manusia bergerak" untuk menangani permasalahan ini, guys.
Perempuan Tonga (Oceania) telah menjalankan kampanye kesehatan strategis untuk mempromosikan aktivitas fisik.
Di Iran dikembangkan sistem sepeda-sharing dan di Jerman dijalankan sistem transportasi berkelanjutan.
Nah, guys, yuk mulai kurangi intensitas duduk terlalu lama di kursi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/duduk_20160923_150334.jpg)