Tidak Menyerah dengan Kondisi Anak yang Divonis Mati Otak, Sang Ayah Lakukan Ini di RS!
Hal itu ia lakukan untuk mencegah para dokter dan perawat membatalkan niatnya untuk mencabut alat bantu tersebut.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Diah Ana Pratiwi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Tiara Shelavie
TRIBUNSTYLE.COM - Orang tua pasti akan melakukan segala cara untuk menjaga keselamatan anaknya, bahkan jika itu membuatnya harus mendekam di penjara.
George Pickering III memiliki catatan medis sering mengalami kejang-kejang.
Namun, stroke mengakibatkan pria 28 tahun itu divonis mati otak oleh dokter.
Seperti yang TribunStyle.com lansir dari click2houston.com, saat dokter memutuskan untuk mencabut alat bantu yang dipasang pada sang anak, Pickering II mengambil tindakan beresiko.
Ia mengancam petugas rumah sakit dengan menodong pistol ke arah mereka.

KPRC 2 News
Hal itu ia lakukan untuk mencegah para dokter dan perawat membatalkan niatnya untuk mencabut alat bantu tersebut.
Aksi itu lantas memicu keributan di rumah sakit selama berjam-jam lamanya.
Sang ayah, Pickering II, akhirnya diamankan oleh petugas SWAT.
Konfrontasi berakhir saat ia diyakinkan bahwa alat bantu tidak akan dilepaskan dari tubuh anaknya.
Untungnya, tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.
Dengan kejadian itu, Pickering II ditahan karena mengancam orang dengan membawa senjata berapi.
Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, Pickering II mendapat kabar dari keluarganya bahwa anaknya bangun dari koma dan berangsur-angsur membaik.
Setelah hampir satu tahun di penjara, ia bertemu lagi dengan anaknya dengan kondisinya yang jauh lebih sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/todongkan-pistol_20160922_200346.jpg)