Aplikasi Ahli Jasa - Ini Kisah di Balik Dua Pemuda Pengembang Startup Asal Indonesia
Bekerja di perusahaan membuatnya merasa seperti mesin yang tiap hari melakukan hal sama.
Editor: Suut Amdani
TRIBUNSTYLE.COM - Kerja mapan dengan gaji tinggi di Singapura bukan tujuan hidup Jay Jayawijayaningtiyas dan Made Dimas Astra Wijaya.
Dua sahabat yang sempat tinggal serumah di Negeri Singa itu memilih pulang ke Tanah Air dan mendirikan startup jasa rumah tangga "Ahlijasa".
Jay adalah lulusan Nanyang Technology University (NTU), sementara Dimas merupakan alumi National University of Singapore (NUS).
Menyandang titel sebagai lulusan dua universitas ternama di Singapura, Jay dan Dimas pun diterima kerja di industri perbankan yang dipandang bergengsi di negeri tetangga.
Keduanya memegang posisi strategis di tempat kerja masing-masing.
Dimas bahkan sempat menjabat Assistant Vice President di FX Trading Technology Team of Merrill Lynch di Singapura.

CEO Ahlijasa, Jay Jayawijayaningtiyas (ki), dan CTO Ahlijasa, Made Dimas Astra Wijaya, saat ditemui KompasTekno di Conclave, Jakarta, Rabu (24/8/2016).
Lantas, apa yang mendorong mereka menanggalkan kemapanan itu?
"Di Singapura kami cuma memperkaya diri sendiri, nggak ada hasilnya untuk banyak orang. Rasanya kosong," kata Jay saat ditemui KompasTekno beberapa saat lalu di Conclave, Jakarta.
Dimas sepakat dengan rekan rantaunya itu.
Bekerja di perusahaan membuatnya merasa seperti mesin yang tiap hari melakukan hal sama.
"Kalau ada masalah, saya nggak bisa apa-apa kecuali stres di kantor. Akhirnya pekerjaan nggak maksimal, masalah juga nggak selesai," ia menuturkan.
Pada satu titik, Dimas pun merasa sudah waktunya melakukan hal yang lebih menantang dan berdampak bagi orang banyak.
Menurut dia, menjadi entrepreneur memang tak menjanjikan penghasilan tetap.
Namun setidaknya ia bisa mengontrol hidupnya secara utuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/aplikasi-ahli-jasa_20160830_174511.jpg)