Breaking News:

Selebrita

Rupiah Melemah, Chef Arnold Minta Maaf Naikkan Harga Daging di Restonya: Bukan Mau Morotin Customer

Chef Arnold menaikkan harga daging di restorannya imbas rupiah melemah. Ia pun meminta maaf dan beri penjelasan rinci.

Tayang:
Instagram @arnoldpo
Chef Arnold umumkan harga daging di restorannya naik imbas rupiah melemah. Ia sampai minta maaf buntut kenaikan harga tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah
  • Chef Arnold umumkan harga daging di restorannya naik imbas rupiah melemah
  • Chef Arnold sampai minta maaf buntut kenaikan harga tersebut

TRIBUNSTYLE.COM - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang menjadi sorotan nasional.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah para pelaku usaha.

Mereka terpaksa menaikkan harga barang dagangan agar bisa tetap bertahan.

Hal itu dirasakan sendiri oleh Chef Arnold Poernomo.

Sebagai informasi, Chef Arnold mempunyai usaha yang bergerak di dunia kuliner.

Ia memiliki restoran bernama ARPO yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.

Dikutip dari laman Instagram resminya, ARPO beralamat di Jalan Opak 36.

Restoran tersebut buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 17.30 WIB - 22.30 WIB.

Sementara khusus hari Senin, ARPO tutup.

Baru-baru ini, Chef Arnold mengumumkan terpaksa menaikkan harga daging di restorannya imbas melemahnya rupiah.

Seperti apa isi hati Chef Arnold?

Baca juga: Rupiah Loyo Sentuh Rp 17.680, DPR Cecar Bos BI: Semua Amunisi Sudah Keluar, Kenapa Masih Anjlok?

Chef Arnold umumkan naikkan harga daging di restonya imbas melemahnya rupiah.
Chef Arnold umumkan naikkan harga daging di restonya imbas melemahnya rupiah. (Instagram/@arnoldpo)

Chef Arnold Naikkan Harga Daging di Restonya

Arnold Poernomo atau yang dikenal sebagai Chef Arnold mengungkap dampak langsung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap bisnis kuliner yang dijalankannya.

Melalui media sosial Threads, juri ajang memasak MasterChef Indonesia itu mengaku terpaksa menaikkan harga menu restoran karena biaya bahan baku daging impor ikut melonjak. 

Chef Arnold menegaskan keputusan tersebut bukan karena ingin mengambil keuntungan lebih dari pelanggan, melainkan akibat kenaikan biaya operasional yang dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS). 

“Mohon maaf saya harus menaikkan harga daging di resto saya. Ini bukan kami overpriced atau mau morotin customer. Karena dolar naik dan karena daging untuk restaurant semuanya impor,” tulis Chef Arnold di Threads, dikutip Senin (18/5/2026).

Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.600

Curahan hati Chef Arnold muncul di tengah kondisi rupiah yang sedang mengalami tekanan besar terhadap dolar AS. 

Dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah sempat menyentuh level Rp17.500 hingga Rp17.600 per dolar AS, salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah. 

Sejumlah laporan ekonomi menyebut pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik internasional, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus modal asing keluar dari pasar domestik.

Bahkan pada perdagangan 18 Mei 2026, rupiah dilaporkan kembali terkoreksi hingga berada di kisaran Rp17.659 per dolar AS.

Baca juga: Ekonom Ungkap 2 Skenario Terburuk Jika Rupiah Terus Melemah, Perajin Tahu Tempe Sudah Rasakan Dampak

Chef Arnold Poernomo naikkan harga daging di restonya imbas rupiah melemah.
Chef Arnold Poernomo naikkan harga daging di restonya imbas rupiah melemah. (YouTube Boy William)

Mengapa Harga Daging Ikut Naik? 

Kenaikan dolar AS berdampak besar terhadap industri makanan dan restoran karena banyak bahan baku masih bergantung pada impor, terutama daging sapi premium yang umum digunakan restoran. 

Saat dolar naik, biaya impor otomatis ikut meningkat karena pelaku usaha harus membayar lebih mahal dalam rupiah untuk membeli produk dari luar negeri.

Kondisi itu kemudian memaksa banyak pengusaha menaikkan harga jual agar operasional tetap berjalan. Fenomena ini tidak hanya dirasakan restoran milik Chef Arnold. 

Pedagang daging di sejumlah pasar juga mulai mengeluhkan lonjakan harga akibat biaya impor yang meningkat.

Di Pasar Senen, Jakarta, misalnya, harga daging sapi segar dilaporkan ikut terdorong naik karena pasokan masih bergantung pada impor sapi potong.

Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Terasa ke Masyarakat Ekonom menyebut pelemahan rupiah dapat memicu fenomena imported inflation atau inflasi dari barang impor. 

Artinya, berbagai produk yang memiliki komponen impor berpotensi mengalami kenaikan harga, mulai dari pangan, elektronik, hingga kebutuhan industri.  Ketua DPR RI Puan Maharani juga sempat menyoroti kondisi tersebut. 

Ia mengatakan kenaikan dolar AS dapat membebani masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM yang sensitif terhadap biaya operasional.

Selain daging impor, pelemahan rupiah juga mulai berdampak terhadap harga tahu, kedelai, hingga berbagai bahan pangan lain yang terkait rantai pasok internasional. 

Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.600, Presiden Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja!

Chef Arnold Jadi Sorotan di Media Sosial 

Unggahan Chef Arnold sendiri langsung ramai diperbincangkan warganet. 

Sebagian netizen memahami kondisi yang dialami pelaku usaha restoran, namun tidak sedikit pula yang mengkritik kebijakan kenaikan harga tersebut. 

Meski demikian, banyak pelaku industri kuliner menilai kondisi ini memang sulit dihindari selama nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan dan biaya impor bahan baku belum stabil. 

Kondisi tersebut menunjukkan pelemahan rupiah bukan hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga mulai dirasakan langsung masyarakat melalui kenaikan harga makanan dan kebutuhan sehari-hari.

(TribunStyle.com)(Kompas.com/Andika Aditia)

 

Sumber: Kompas.com
Tags:
Arnold Poernomorupiah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved