Breaking News:

Selebrita

Kontroversi Isyana Sarasvati Dicap Pengikut Sekte Satanis, Bermula Simbol Mata Satu di MV Terbarunya

Isyana Sarasvati saat ini ramai dituding sebagai pengikut sekte satanis imbas video musik terbarunya menampilkan simbol mata satu.

Tayang:
Editor: Putri Asti
YouTube Isyana Sarasvati
Isyana Sarasvati saat ini ramai dituding sebagai pengikut sekte satanis imbas video musik terbarunya menampilkan simbol mata satu. 
Ringkasan Berita:
  • Isyana Sarasvati saat ini ramai dituding sebagai pengikut sekte satanis.
  • Tuduhan ini muncul seiring dengan perilisan video musik terbarunya yang berjudul Abadhi.
  • Salah satu adegan menampilkan gambar mata satu, yang kemudian dikaitkan dengan sekte satanis hingga simbol Dajjal.
 

TRIBUNSTYLE.COM - Dunia maya kembali dihebohkan oleh sosok penyanyi Isyana Sarasvati.

Isyana dituding sebagai pengikut sekte satanis

Tuduhan ini muncul seiring dengan perilisan video musik terbarunya yang berjudul Abadhi.

Sorotan utama publik tertuju pada simbol yang muncul dalam video tersebut. 

Salah satu adegan menampilkan gambar mata satu, yang kemudian dikaitkan dengan simbol Dajjal.

Tidak butuh waktu lama bagi video musik Abadhi untuk menjadi viral. 

Lewat unggahan media sosial Instagramnya, @isyanasarasvati, membuat unggahan berupa potongan lirik lagu yang seolah merefleksikan situasi dan cobaan yang tengah dihadapinya.

"Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through," tulis Isyana, dikutip Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Alyssa Soebandono & Isyana Sarasvati Kompak Beri Klarifikasi, Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP

Ia menyertakan terjemahannya dalam bahasa Indonesia untuk mempertegas pesan tersebut.

"Terkadang cahaya murni/ terkadang gelombang kejam/ aku sedang melewatinya."

Unggahan ini langsung dibanjiri dukungan dari para penggemar yang memahami eksplorasi seni Isyana yang dikenal progresif dan eklektik.

Suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, turut memberikan pembelaan melalui akun Threads miliknya.

Rayhan menilai fenomena ini sebagai tantangan berat bagi seorang seniman ketika karya yang lahir dari kejujuran justru disalahartikan oleh publik.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," ungkap Rayhan.

Potret simbol video musik Isyana Sarasvati yang dikaitkan dengan simbol satanis
Potret simbol video musik Isyana Sarasvati yang dikaitkan dengan simbol satanis (YouTube Isyana Sarasvati)

Mengingat saat ini sedang memasuki bulan suci Ramadan, Rayhan pun menutup pernyataannya dengan doa. "Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini," tambahnya.

Melansir Tribunnews.com, lagu "Abadhi" merupakan babak final atau Chapter 4 dari rangkaian konsep besar album kelima Isyana yang bertajuk Eklektiko.

Isu miring ini bermula dari potongan adegan dalam video musik tersebut yang menggunakan visual mata satu secara repetitif.

Salah satu unggahan yang membahas teori konspirasi terkait Isyana di platform X telah dilihat lebih dari satu juta kali.

Meski memicu perdebatan sengit, banyak pihak menilai bahwa visual tersebut merupakan bagian dari estetika surealisme yang memang menjadi ciri khas Isyana dalam beberapa tahun terakhir dan tak lantas harus dikaitkan praktik pemujaan sekte tertentu.

Dimulai Sejak 2024

Penyanyi Isyana Sarasvati mempertemukan seluruh benang merah perjalanan kreatifnya selama satu tahun terakhir dalam sebuah acara intimate conference bertajuk EKLEKTICON.

EKLEKTICON digelar sebagai bagian dari rangkaian panjang semesta EKLEKTIKO, album kelima Isyana yang berkembang menjadi universe artistik sejak Mei 2025.

Perjalanan menuju EKLEKTIKO dimulai setelah Isyana menutup konser satu dekade pada 2024. 

Dari fase itu, ia menemukan pemahaman baru bahwa musik yang diciptakannya harus sepenuhnya bebas, jujur, dan sepenuh jiwa. 

“Aku ingin benar-benar jujur pada diriku sendiri. Musik yang aku buat harus menjadi cerminan dari hati dan pikiranku yang paling murni,” ujar Isyana,” kata Isyana di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (9/12/2025).

Melalui EKLEKTICON, Isyana membagi proses kreatifnya ke dalam empat chapter utama. 

Chapter pertama, LUNORA, membawanya pada memori remaja masa ketika ia bertumbuh bersama teman-teman laki-laki dan belajar mengenai keindahan dalam keberagaman. 

Kolaborasinya dengan Hindia, Vidi Aldiano, dan Afgan pun menjadi bentuk pertemuan imajinasi dari perbedaan tersebut.

Perjalanan kemudian berlanjut ke MAMIU, dunia fantasi penuh warna yang terinspirasi dari kecintaannya terhadap kartun. 

Kemudian Chapter CECILIA, di mana Isyana memperlihatkan sisi dirinya yang feminin dan dewasa. Dari chapter ini pula lahir single terbarunya “Terima Kasih Dariku.” yang dirilis pada 5 Desember 2025 melalui label independennya, REDROSE Records.

Dalam EKLEKTICON, Isyana menayangkan screening khusus untuk karya tersebut.
Ditulis bersama Petra Sihombing, lagu ini menjadi bentuk penghormatan bagi orang-orang yang hadir dan bertahan dalam hidupnya.

Music video nya turut menggandeng kolaborasi dengan brand fashion lokal untuk memperkuat narasi visual.

Acara ini juga menjadi panggung bocoran eksklusif ABADHI, chapter terakhir EKLEKTIKON yang akan hadir pada Februari 2026 sebagai penyatuan seluruh persona yang membangun universe kreatif Isyana sejak tahun lalu.

Diolah dari artiel Banjarmasinpost.co.id.

 

Tags:
Isyana SarasvatisatanissekteRamadan 2026Ramadan 1447 H
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved