Breaking News:

INNALILLAHI! Perfilman Indonesia Ditinggal Putra Terbaik: Penulis, Editor, Desainer Poster Terbaik

INNALILLAHI! Dunia perfilman Indonesia ditinggal putra terbaik untuk selamanya: Sosok penulis, editor, desainer poster terbaik, selamat jalan

|
Instagram Kementerian Kebudayaan RI
GUNAWAN PAGGARU MENINGGAL - Dunia perfilman Indonesia ditinggal putra terbaik untuk selamanya: Gunawan Paggaru, sosok penulis, editor, desainer poster terbaik, selamat jalan 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2022–2026 meninggal dunia, duka insan perfilman nasional
  • Gunawan Paggaru orang kepercayaan Teguh Karya
  • Riwayat sakit Gunawan Paggaru sebelum meninggal belum terungkap 

 

TRIBUNSTYLE.COM - Dunia perfilman Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Gunawan Paggaru, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2022–2026, berpulang pada usia 63 tahun, meninggalkan jejak yang tak akan pudar di layar sejarah sinema Tanah Air.

Kabar duka itu pertama kali dikonfirmasi melalui akun resmi @badan_perfilman_indonesia.

Dalam unggahan singkat namun sarat makna, tertulis pesan perpisahan yang menembus hati banyak insan film:

“Beliau adalah sahabat yang setia dan mendedikasikan hidupnya bagi perfilman Indonesia yang amat beliau banggakan.”

Gunawan Paggaru bukan sekadar nama. Ia adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk seni gambar bergerak, jejak langkah pertamanya di dunia film tahun 1980-an, ketika ia bergabung dalam kelompok kerja Film Teater Populer sebagai penulis skenario.

Bakatnya yang cemerlang membuat sang maestro Teguh Karya mempercayainya duduk di kursi editor, sebuah kepercayaan yang menjadi awal perjalanan panjangnya di jagat perfilman.

Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Gunawan Paggaru
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Gunawan Paggaru (Instagram Badan Perfilman Indonesia)

Memasuki dekade 1990-an, Gunawan mendirikan rumah produksi Kino Lima, yang melahirkan karya monumental Potret, film yang meraih 13 nominasi di Festival Film Indonesia 1993.

Tak hanya itu, dokumenter pertamanya Pacu Jalur juga menembus nominasi FFI 1992, mengukuhkannya sebagai sosok multitalenta: penulis, editor, sekaligus pendesain poster terbaik.

Empat film layar lebar telah ia arahkan sendiri: Issue, Syahadat Cinta, Mata Pena Mata Hari Raja Ali Haji, dan Danum Penjaga Mata Air. Di layar kaca, ratusan judul serial televisi pernah ia garap, setiap frame-nya memantulkan semangat, idealisme, dan cinta mendalam pada dunia film.

Pada awal 2000-an, ia memperluas kiprahnya sebagai Direktur Utama PT. Kalibrasi Gambar Hidup.

Sebagai penulis, ia menorehkan warisan pengetahuan melalui buku 99 Peluang Karier dalam Produksi Film serta memimpin perumusan SKKNI bidang perfilman, demi memastikan generasi penerus memiliki arah dan standar yang kokoh.

Tak hanya pemimpin, ia juga pelindung bagi sesama insan film, menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia periode 2019–2024.

Kini, layar bioskop seakan meredup sesaat, memberi penghormatan pada seorang maestro yang telah menyalakan cahaya bagi perfilman Indonesia. Selamat jalan, Gunawan Paggaru. Karyamu abadi, namamu terpatri dalam setiap cerita yang pernah kau hidupkan.

Meninggal Mendadak Tanpa Riwayat Sakit yang Serius

Putri kedua almarhum, Shasa, mengungkapkan kronologi meninggalnya sang ayah yang terjadi secara mendadak. Berikut rangkuman kronologinya:

1. Sehari sebelum meninggal jadi narasumber sebuah podcast

Shasa menjelaskan bahwa sang ayah meninggal sekitar pukul 05.30 WIB di kediaman keluarga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Sekitar 05.30 WIB (meninggalnya), tapi memang enggak ada tanda apa-apa sih,” kata Shasa saat ditemui Kompas.com di rumah duka, Senin.

Menurut Shasa, sehari sebelum meninggal dunia, Gunawan masih tampak aktif mengikuti sejumlah kegiatan.

Ia bahkan masih menjadi narasumber dalam sebuah podcast pada Minggu (26/10/2025) malam.

“Kemarin sempat ke beberapa acara juga, bahkan masih ngisi podcast sampai Minggu malam, masih aktif aja,” tutur Shasa.

Hingga akhirnya, usai waktu subuh, keluarga menemukan Gunawan sudah tidak bernyawa di kamarnya.

"Biasanya habis shalat subuh suka disamperin ke kamar sekitar setengah enam. Pas disamperin, udah kegeletak (meninggal dunia),” tambah Shasa.

2. Sempat keluhkan sakit perut

Shasa mengatakan, ayahnya sempat mengeluh sakit perut sebelum meninggal dunia.

Namun keluhan itu tidak berlangsung lama.

“Cuma semalam sempat bilang sakit perut, tapi enggak ada apa-apa lagi setelah itu,” ungkap Shasa.

3. Tak punya riwayat penyakit serius

Lebih lanjut, Shasa menyebut bahwa ayahnya tidak memiliki penyakit serius.

Gunawan hanya mengidap penyakit menahun seperti asam urat dan sesak napas.

“Ya penyakitnya udah menahun aja, asam urat sama sesak napas,” ujar Shasa.

Jenazah Gunawan Paggaru telah dimakamkan pada Senin siang di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Gunawan dikenal luas sebagai sosok yang berdedikasi pada perfilman Indonesia.

Ia mengawali karier sebagai penulis naskah skenario sebelum menjadi sutradara lewat sejumlah karya seperti ISSUE, Syahadat Cinta, Daun Penjaga Mata Air, dan Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji.

Saat ini, almarhum menjabat sebagai Ketua Umum BPI periode 2022–2026.

TribunStyle.com | Antaranews.com | Kompas.com | Revi C Rantung

 

 

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Gunawan Paggarufilmmeninggal
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved