berita viral
LPDP Buka Suara Terkait Dugaan Manipulasi Riset Internasional oleh Alumni: Akan Melakukan Penelaahan
LPDP akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan salah satu alumninya dalam pusaran skandal pemalsuan riset di Denmark.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- LPDP akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan salah satu alumninya dalam pusaran skandal pemalsuan riset
- Kasus ini mencuat pada konferensi bergengsi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark
- Sosok bernama Prihartini, yang ramai dituding melakukan manipulasi dalam forum ilmiah tersebut, dipastikan pernah mengecap pembiayaan dari negara
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah kabar mengejutkan datang dari panggung akademik internasional. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan salah satu alumninya dalam pusaran skandal pemalsuan riset. Kasus ini mencuat pada konferensi bergengsi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.
Sosok bernama Prihartini, yang ramai dituding melakukan manipulasi dalam forum ilmiah tersebut, dipastikan pernah mengecap pembiayaan dari negara.
"Berdasarkan pengecekan awal data internal, yang bersangkutan atas nama Prihantini tercatat sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022," ujar Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M Lukmanul Hakim, saat memberikan keterangan kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).
Meski data awal telah sinkron, pihak LPDP tidak ingin gegabah. Lukmanul menjelaskan bahwa institusinya kini tengah bergerak untuk mendalami sekaligus menelaah lebih jauh dinamika informasi yang berkembang di publik. Proses verifikasi data serta pengumpulan fakta-fakta di lapangan terus berjalan.
"LPDP akan melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap kewajiban kontrak beasiswa serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perguruan tinggi, guna memperoleh kejelasan yang komprehensif," tutur Lukmanul menambahkan.
Menurutnya, investigasi mendalam ini nantinya bakal menjadi kompas utama bagi LPDP untuk merumuskan sanksi ataupun langkah hukum selanjutnya, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Baca juga: Ultimatum Hotman Paris ke Tyas Alumni LPDP, Desak Kewarganegaraan Dicabut: Kembalikan Itu Beasiswa!
Melalui momentum ini, LPDP kembali mempertegas posisinya sebagai lembaga yang memegang teguh nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta keluhuran etika akademik. Segala bentuk kecurangan atau pelanggaran dalam ranah ilmiah dipastikan tidak akan mendapatkan ruang toleransi.
"LPDP mengapresiasi perhatian publik dan berkomitmen untuk terus menjaga akuntabilitas serta kehormatan komunitas akademik Indonesia di tingkat global," tegas Lukmanul.
Kronologi Kegaduhan di Kopenhagen
Aroma manipulasi ini pertama kali menguap dan memicu kegemparan di jagat media sosial. Berawal dari utas kritis yang dibagikan oleh akun X (Twitter) @mandharabrasika, publik disuguhi rentetan kejanggalan memalukan yang diduga terjadi tepat di hadapan ribuan ilmuwan dari berbagai belahan dunia.
Sorotan tajam tertuju pada aksi nekat oknum delegasi Indonesia yang disinyalir melakukan penipuan identitas saat sesi presentasi berlangsung.
Baca juga: Menguak Skandal Riset Palsu di Denmark, Mendikti Sebut Pelaku Bukan Dosen atau Peneliti Aktif
"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir... salah seorang peserta diduga berganti identitas saat presentasi, termasuk mengganti nama, jilbab, dan nametag," ungkap akun @mandharabrasika dalam unggahannya.
Ternyata, perkara ini tidak berhenti pada pemalsuan identitas semata. Dokumen penelitian yang mereka paparkan di atas panggung dunia diduga kuat merupakan hasil pabrikasi total. Oknum-oknum tersebut ditengarai mengeksploitasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merekayasa data, memanipulasi visual gambar, hingga menyusun keseluruhan isi karya ilmiah tanpa dasar riset riil.
Berdasarkan analisis dari akun yang membongkar kasus ini, ada motif pragmatis di balik aksi nekat tersebut. Para pelaku diduga sengaja menyusun skenario manipulasi ini demi memburu fasilitas bantuan dana perjalanan (travel grant). Dengan dokumen ilmiah palsu yang lolos kurasi awal, mereka bisa menikmati perjalanan ke luar negeri secara cuma-cuma atas nama akademisi.
(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)
Sumber: TribunStyle.com
| Sosok Abdul Khalim, Pimpinan Ponpes di Pekalongan yang Lecehkan Santriwati, Diciduk Saat Idul Adha |
|
|---|
| Geger Santriwati Pekalongan Hamil Tanpa Hubungan Badan, Faktanya Miris, Pimpinan Ponpes Diciduk! |
|
|---|
| Sosok Pengantin Dekorasi Pernikahannya Dirusak Sapi Idul Adha Ngamuk di Purwokerto, Cuma Bisa Sabar |
|
|---|
| Ratusan Sapi Kurban Pemprov Sumut Hasil Patungan ASN, Bobby Nasution: Nggak dari APBD |
|
|---|
| Lebaran di Paris, Momen Hangat Presiden Prabowo Jalani Shalat Idul Adha Didampingi Seskab Teddy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/lpdp-beasiswa-2-2023.jpg)