berita viral
Sering Dituduh Bikin Tensi Naik Saat Idul Adha, Benarkah Daging Kambing Lebih Bahaya dari Sapi?
Ada mitos kuat di masyarakat yang menyebutkan bahwa menyantap daging kurban bisa langsung memicu lonjakan tensi secara instan.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Ada mitos kuat di masyarakat yang menyebutkan bahwa menyantap daging kurban bisa langsung memicu lonjakan tensi secara instan
- Dr. Abu Bakar, menjelaskan bahwa esensi utamanya terletak pada pemahaman mengenai pemicu hipertensi itu sendiri
- Padahal, fakta ilmiah menunjukkan hal yang sebaliknya
TRIBUNSTYLE.COM - Momen hangat berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Adha selalu identik dengan aroma harum satai yang membakar selera hingga gulai kental yang menggoda. Namun di balik kelezatan hidangan tersebut, terselip kekhawatiran besar bagi para pengidap kolesterol dan darah tinggi. Ada mitos kuat di masyarakat yang menyebutkan bahwa menyantap daging kurban bisa langsung memicu lonjakan tensi secara instan.
Benarkah kekhawatiran tersebut secara medis?
Menjawab dilema ini, pakar ilmu keperawatan Universitas Airlangga, Dr. Abu Bakar, menjelaskan bahwa esensi utamanya terletak pada pemahaman mengenai pemicu hipertensi itu sendiri. Menurutnya, ada tiga hal yang harus dicermati, yaitu makanan tinggi garam, makanan tinggi kolesterol, atau kombinasi dari keduanya. Dari dasar itulah, kita baru bisa menilai apakah hidangan kurban aman atau tidak untuk dikonsumsi.
Fakta Mengejutkan: Kadar Kolesterol Kambing vs Sapi
Selama ini, daging kambing kerap menjadi kambing hitam utama penyebab masalah kesehatan. Padahal, fakta ilmiah menunjukkan hal yang sebaliknya. Kadar kolesterol pada daging kambing justru jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi. Bahkan, daging ayam yang sering kali dianggap sebagai opsi lebih sehat, nyatanya mengantongi kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada kambing.
Oleh sebab itu, dari sudut pandang kandungan murninya, daging kambing sebenarnya relatif lebih aman. Lantas, mengapa banyak orang tetap mengeluhkan pusing dan tensi naik setelah mengonsumsinya? Jawabannya bukan pada dagingnya, melainkan pada apa yang terjadi di dalam dapur.
Baca juga: Rayakan Idul Adha di Rutan KPK, Istri Gus Yaqut Bawakan Tempe Goreng Kesukaan: Tidak Makan Bersantan
Waspadai Musuh Tersembunyi di Balik Bumbu Masakan
Proses pengolahan dan pemilihan bumbu tambahan rupanya menjadi penentu utama. Saat mengolah daging, kita sering kali abai terhadap zat-zat pelengkap yang masuk ke dalam masakan, contoh sederhananya adalah kecap manis.
Banyak yang tidak menyadari bahwa kecap manis bisa memiliki kandungan natrium atau garam yang sangat tinggi. Ketika seseorang menyantap sate kambing lalu tekanan darahnya mendadak naik, bisa jadi biang keroknya adalah siraman kecap tersebut, bukan daging kambingnya.
Aturan Main Menikmati Hidangan Kurban
Agar perayaan hari raya tetap aman dan nyaman, pengaturan pola makan dan batasan porsi harian mutlak diperlukan. Bagi Anda yang ingin menikmati satai, batas aman yang disarankan adalah maksimal tujuh tusuk dalam sehari.
Selain porsi, durasi konsumsi juga harus dijaga. Hindari menyantap olahan daging kurban selama tiga hari berturut-turut. Setidaknya, berikan jeda minimal dua hari sebelum Anda kembali mengonsumsi daging merah agar tubuh memiliki waktu untuk menetralisir.
Baca juga: Blak-blakan di Momen Idul Adha, Ayu Ting Ting Tegaskan Berteman dengan Kevin Gusnadi, Ogah Buru-buru
Bagaimana dengan Suplemen dan Obat-obatan?
Sering kali, masyarakat mengandalkan suplemen tambahan untuk membentengi diri dari efek buruk daging merah. Namun bagi penderita hipertensi, suplemen vitamin sebenarnya hanya diperlukan jika kadar hemoglobin darah terpantau rendah dan tingkat hipertensi berada di atas ambang batas normal. Jika kondisi tubuh dan tekanan darah masih dalam rentang aman, suplemen tambahan tidak terlalu mendesak untuk dikonsumsi.
Satu hal yang paling krusial dan tidak boleh ditawar bagi para pengidap darah tinggi adalah kedisiplinan. Menjaga rutinitas meminum obat hipertensi sesuai dengan anjuran dokter jauh lebih utama daripada mencoba berbagai suplemen alternatif saat momen Idul Adha.
(TribunStyle.com/Kompas.com)
Sumber: TribunStyle.com
| Sosok Rifaldy Fajar, Peneliti Muda Viral Terseret Kasus Dugaan Riset Palsu, Ini Klarifikasinya |
|
|---|
| Jejak Kelam Yeka Hendra Fatika, Kini Jadi Tersangka OOJ, Dari Kursi Ombudsman ke Kasus Minyak Goreng |
|
|---|
| Respons Berkelas Jokowi Soal Ucapan Sufmi Dasco yang Bocor saat Rapat DPR RI: Normal, Biasa Aja! |
|
|---|
| Viral Penertiban Penjual Es Krim di CFD HI, Satpol PP: Kami Meminta Maaf atas Peristiwa yang Terjadi |
|
|---|
| Dugaan Gratifikasi Mobil, Anne Ratna Mantan Istri KDM Penuhi Panggilan Kejari, Diperiksa 7 Jam Lebih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Sejumlah-kambing-yang-dibui-di-Bangladesh-akhirnya-bebas.jpg)