Polemik Buku Jokowi White Paper Memanas, Refly Harun Bongkar Peran dan Dana Rismon
Perselisihan buku Jokowi's White Paper memanas setelah pengacara Roy Suryo, Refly Harun, melontarkan pernyataan keras kepada Rismon Sianipar.
Penulis: Tim Konten Style
Editor: Tim TribunStyle
TRIBUNSTYLE.COM -- Polemik terkait buku Jokowi's White Paper kembali memanas setelah kuasa hukum Roy Suryo, yakni Refly Harun, melontarkan pernyataan keras kepada Rismon.
Perseteruan ini bermula saat keduanya terlibat adu argumen dalam program televisi terkait pembiayaan buku yang membahas dugaan ijazah milik Joko Widodo.
Dalam perdebatan tersebut, Refly menegaskan bahwa dirinya sudah lebih dulu terlibat dalam penelitian kasus ijazah sejak tahun 2022, jauh sebelum Rismon bergabung dengan Roy Suryo maupun Tifauzia Tyassuma.
"Rismon, saya sudah ngikutin kasus ijazah ini sebelum Anda lahir, tahu enggak? Anda tuh lahir baru 2025. Saya itu sudah memberitakan kasus ini, meneliti kasus ini sejak 2022, orang tahu semua, Anda anak kemarin sore. Anda itu kan enggak tahu kita dari mana," tegasnya.
Sebelumnya, Rismon sempat menyebut bahwa Refly belum terlibat dalam kasus tersebut saat proses awal penerbitan buku berlangsung. Ia juga membantah bahwa biaya cetak buku sepenuhnya ditanggung oleh Dokter Tifa.
"Ini ini perlu saya bantah, karena enggak tahu ya. Jadi pada saat di Kuningan City Mall, sebelum masuk cetak ya, karena sudah soft publish di Jogja, itu sudah masuk uang Rp180 juta untuk PO, pre order. Jadi bukan tanggungannya Bu Tifa," ungkap Rismon.
Menanggapi hal itu, Refly menegaskan bahwa dirinya juga ikut mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk penerbitan buku tersebut, meski tidak pernah mengungkapkannya ke publik.
"Kamu tahu enggak siapa yang keluar duit? Salah satunya Refly Harun. Refly Harun tuh keluar uang ratusan juta, tapi saya nggak pernah kayak kamu Mon," ujarnya.
Lebih lanjut, Refly juga mengungkap bahwa Rismon diduga telah menerima sejumlah uang dari hasil penjualan buku tersebut. Ia menyebut nominal yang diterima mencapai puluhan juta rupiah dalam beberapa kesempatan.
"Rismon ini yang sepanjang saya tahu, itu paling tidak dia dapat dua kali Rp20 juta dan Rp30 juta," jelas Refly.
Menurutnya, dana tersebut sempat digunakan untuk membantu pihak lain hingga kebutuhan pribadi saat menghadapi pemeriksaan hukum.
Baca juga: Reaksi Jokowi Usai Kepolisian Menerbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar: Semuanya Sudah Clear, Selesai!
Di sisi lain, Refly menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta keuntungan dari penjualan buku tersebut. Hal serupa juga disebut berlaku bagi Roy Suryo yang hingga kini bahkan tidak menghitung hasil penjualan buku tersebut.
"Mas Roy itu sampai sekarang dia enggak pernah ngitung uangnya, jadi memang pikiran dia (Rismon) uang, uang, uang," katanya.
Refly juga mengingatkan bahwa dalam sebuah kerja sama penulisan, setiap pihak harus memahami posisi dan kontribusinya masing-masing, baik sebagai penulis, pendukung dana, maupun pihak distribusi.
Di tengah polemik tersebut, diketahui bahwa Rismon telah mengajukan Restorative Justice (RJ) dan mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya, sehingga status tersangkanya dicabut.
Selain Rismon, beberapa nama lain seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis juga telah lebih dulu bebas melalui mekanisme serupa, meskipun mereka mengaku tidak menyampaikan permintaan maaf kepada Joko Widodo.
Sementara itu, Roy Suryo dan Dokter Tifa hingga kini masih berstatus tersangka dalam klaster kedua kasus tersebut. Roy bahkan menegaskan tidak akan menempuh jalur Restorative Justice.
Perseteruan ini menambah panjang daftar polemik terkait buku Jokowi's White Paper, sekaligus memperlihatkan dinamika internal di antara pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam satu barisan. (Tribun Style/Tribunnews Bogor)
Sumber: TribunStyle.com
| Syekh Ahmad Al Misry Kini Resmi Jadi Tersangka Kasus Pelecehan, Komitmen Polri Mendampingi Korban! |
|
|---|
| Sosok Ferizka Utami, Pemijat Totok Sirih Bayi yang Videonya Viral, Reaksi saat Dikritik Dokter Anak |
|
|---|
| Beda Gaya Kepemimpinan! Dedi Mulyadi Turun ke Jalan, Rudy Mas'ud Pilih Balik Kanan Takut Dilempari |
|
|---|
| Isak Tangis 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Bersimpuh di Pelukan Bu Atun: Ibu Sering Menegur Karena Sayang |
|
|---|
| Benarkah APBN Indonesia Kritis dan Rupiah Bakal Tembus Rp20.000? Kemenkeu: Itu Berita Bohong! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/rismon-buku-jokowi.jpg)