Breaking News:

Traveling

Menara Eiffel Bitung, Landmark Unik dengan Sentuhan Paris di Sulawesi Utara

Berdiri sejak era 1980-an, Menara Eiffel Bitung menjadi salah satu ikon paling dikenal di Kota Bahari Sulawesi Utara.

Tayang:
Editor: Tim TribunStyle
TribunKaltim.co/Ilo
PUSAT KOTA - Berada di pusat Kota Bitung, menara setinggi 30 meter ini menjadi spot favorit wisatawan dan warga untuk berfoto. 

TRIBUNSTYLE.COM - Siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk kota pelabuhan yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik, terdapat sebuah ikon yang menghadirkan nuansa khas Paris di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Tak jauh dari Kantor Wali Kota Bitung, berdiri sebuah bangunan ikonik yang telah menjadi bagian dari lanskap Jalan Sam Ratulangi sejak dekade 1980-an.

Masyarakat mengenalnya dengan berbagai sebutan, mulai dari Menara Kota Bitung, Menara BRI, hingga julukan yang paling populer, yakni Miniatur Eiffel.

"Suka dibilang orang sini, menara Eiffel Bitung," ungkap Nunung Husain, warga Nabati Bitung kepada TribunKaltim.co.

Hal serupa disampaikan Sartjo Jusuf, warga Manembo-nembo Bitung. Menurutnya, masyarakat kerap menyebut bangunan tersebut sebagai Menara Eiffel karena bentuknya yang menyerupai ikon terkenal di Prancis.

"Di tahun 1970-an belum ada menaranya," ungkap Sartjo, yang memiliki tiga cucu ini.

Ia menjelaskan bahwa pada era 1970-an kawasan tersebut sudah memiliki jalan yang lebar, namun lokasi berdirinya menara saat ini dulunya merupakan bundaran dengan kolam air mancur yang menjadi penghias persimpangan utama Kota Bitung.

"Waktu kecil saya sering berenang di kolam air mancur itu," ujar Sartjo, pria kelahiran Desember 1960 tersebut.

Menurut ingatannya, memasuki dekade 1980-an, pembangunan menara mulai dilakukan dan menggantikan keberadaan kolam air mancur tersebut.

"Air mancur dibongkar, diganti menara. Kalau tidak salah dibuat saat zaman Walikotanya Sarundajang. kan lama menjabat," tutur pria lulusan Fakultas Sosial Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado itu.

Eiffel dari Utara Sulawesi

Walaupun terinspirasi dari karya legendaris Gustave Eiffel di Paris, Prancis, menara yang memiliki tinggi sekitar 30 meter ini tetap mempunyai identitas dan karakter tersendiri.

Posisinya yang berada di tengah bundaran jalan membuat struktur besi kokoh tersebut mudah menarik perhatian setiap pengguna jalan yang melintas.

Selama puluhan tahun, menara ini tetap berdiri tegak menghadapi berbagai kondisi cuaca, mulai dari terik matahari, hujan deras, angin kencang, hingga getaran gempa ringan yang sesekali terjadi di wilayah Sulawesi.

Filosofi Jangkar dan Daun

Apabila diperhatikan lebih dekat, terdapat elemen yang membedakan menara ini dari Menara Eiffel di Prancis.

Pada bagian puncaknya terdapat ornamen jangkar kapal yang berdiri di atas hiasan daun hijau yang mekar.

Keberadaan simbol tersebut memiliki makna yang kuat. Jangkar melambangkan identitas Kota Bitung sebagai kota bahari, sementara ornamen daun hijau mencerminkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Bagi masyarakat Bitung, laut bukan sekadar bentang alam, tetapi juga sumber kehidupan yang terhubung langsung dengan Samudra Pasifik.

Menurut Sartjo Jusuf, sektor kelautan menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki Kota Bitung.

Sebagai salah satu gerbang ekonomi di kawasan Pasifik, karakter kota bahari harus tetap tercermin dalam pembangunan ekonomi maupun upaya menjaga lingkungan.

"Simbol jangkar dan daun pada menara itu adalah pesan kuat bahwa masa depan rakyat Bitung ada pada laut yang dijaga bersama," tutur Sartjo, yang berprofesi sebagai pedagang dan pegiat sosial di Kota Bitung ini.

Kehidupan yang Dekat dengan Laut

Budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat Bitung memang sangat erat kaitannya dengan sektor kelautan.

Hal tersebut terlihat dari hasil laut yang dikenal memiliki kualitas tinggi dan telah dikenal luas.

Ikan hasil tangkapan nelayan setempat terkenal memiliki tekstur daging yang kenyal, higienis, serta cita rasa yang alami.

"Lautnya masih bersih kalik, enak-enak ikan lautnya," ungkap Anggun Eka Putri, warga Balikpapan yang sedang berkunjung ke Kota Bitung ini.

Tak mengherankan jika konsumsi ikan segar menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara, Menara Eiffel Bitung menjadi salah satu destinasi yang layak disinggahi.

Dikelilingi ornamen batu cadas buatan yang artistik, kawasan ini kerap menjadi lokasi favorit untuk berfoto maupun mengabadikan perjalanan.

Lebih dari sekadar replika, menara ini telah menjadi simbol kebanggaan, ketangguhan, serta keramahan masyarakat Kota Bitung yang tumbuh berdampingan dengan alam dan lautannya.

(TribunKaltim.co/Budi Susilo/TribunStyle/Naja Taqiyyuddin)

Tags:
Menara EiffelEiffelSulawesi Utara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved