Breaking News:

Berita Viral

Pesepakbola 18 Tahun Diiming-imingi Main Bola, Malah Trafficking ke Kamboja

Pesepakbola 18 tahun diiming-imingi main bola, malah trafficking ke Kamboja, sebuah jebakan yang membuatnya mengalami penderitaan di luar negeri.

Tayang:
Editor: Tim TribunStyle
Youtube Tribunnews
Pesepakbola 18 tahun diiming-imingi main bola, malah trafficking ke Kamboja, sebuah jebakan yang membuatnya mengalami penderitaan di luar negeri. 

Pesepakbola 18 tahun diiming-imingi main bola, malah trafficking ke Kamboja, sebuah jebakan yang membuatnya mengalami penderitaan di luar negeri.

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang kiper muda asal Jawa Barat, Rizki Nurfadhilah, mengalami nasib tragis setelah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja

Pemuda berusia 18 tahun itu menceritakan pengalaman pilunya setelah terjebak dalam kondisi yang sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Setibanya di Kamboja, Rizki mengalami penyiksaan yang luar biasa, hingga membuatnya harus memohon pertolongan kepada orangtuanya di Indonesia.

Rizki berasal dari Babakan Cilisung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan dikenal sebagai anak yang berbakat di bidang sepak bola.

Awalnya, Rizki tergiur iming-iming yang muncul dari sebuah grup Facebook tentang perekrutan pemain sepak bola di Medan.

Baca juga: Diduga Ada Warga Aceh, Sumut, & Riau Terlibat dalam Jaringan Kedatangan Pengungsi Rohingya, TPPO?

Dalam tawaran tersebut, ia dijanjikan kontrak selama satu tahun di sebuah sekolah sepakbola, sebuah kesempatan yang membuatnya bersemangat dan percaya akan masa depan cerah.

Berangkat dari Bandung menuju Jakarta pada 26 Oktober 2025, Rizki tidak menyadari bahwa di balik janji manis itu terselip niat jahat yang akan mengubah hidupnya.

Sang ayah, Dedi Solehudin, mengungkapkan bahwa selama perjalanan, Rizki bahkan sempat diiming-imingi hadiah berupa ponsel iPhone, sebagai bentuk rayuan agar mau mengikuti proses yang telah direncanakan para pelaku.

Kini, kisah Rizki menjadi peringatan bagi orang tua dan para pemuda agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan atau beasiswa yang datang secara online, terutama yang terlihat terlalu manis untuk dipercaya.

"Diiming-imingi selama tiga bulan dikasih iPhone," pungkas Dedi dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news pada Selasa (18/11/2025).

Setelah ke Jakarta, Rizki pun kabarnya bakal diterbangkan ke Medan.

Tapi ternyata, Rizki tidak benar-benar dibawa ke Medan melainkan diputar-putar ke beberapa daerah.

Rizki justru diterbangkan ke Malaysia sebelum akhirnya dibawa ke Kamboja.

Tiga hari kemudian, Rizki baru bisa mengabari sang ayah.

Yakni pada 29 Oktober 2025, Rizki bercerita ke Dedi kalau ia sedang berada di Kamboja.

Padahal awalnya agen tersebut menjanjikan akan membawa Rizki ke Medan, lalu ke Bali.

"Dari Medan, terbang lagi bilangnya ke Bali, ternyata bukan ke Bali, ternyata ke Malaysia. Dari Malaysia langsung terbang ke Kamboja," imbuh Dedi.

Curhatan Rizki Selama di Kamboja

Lebih lanjut, Dedi pun mengungkap curhatan dari sang putra selama di Kamboja.

Setibanya di Kamboja, Rizki baru tersadar kalau ia tidak bakal direkrut di tim sepakbola Medan.

Rizki terjebak ke dalam pusara TPPO di Kamboja.

Baca juga: TOLONG Bantu Saya Jerit Tangis TKW Asal Cianjur Disekap di Kamboja, Butuh Uang Tebusan Rp 66 Juta

"Anak kasih kabar (chat bilang) 'pah, Aa kejebak'. (kata ayah) 'kejebak gimana?', (kata korban) 'aa dijebak'," ungkap Dedi.

Kepada sang ayah, Rizki menceritakan soal penyiksaan yang ia alami.

Setiap hari Rizki diminta untuk memenuhi target pekerjaan di Kamboja.

KORBAN TPPO KAMBOJA: Seorang kiper muda asal Bandung bernama Rizki Nurfadhilah kena tipu jadi korban TPPO di Kamboja. Rizki mengaku dapat penyiksaan berat selama berbulan-bulan.
KORBAN TPPO KAMBOJA: Seorang kiper muda asal Bandung bernama Rizki Nurfadhilah kena tipu jadi korban TPPO di Kamboja. Rizki mengaku dapat penyiksaan berat selama berbulan-bulan. (kolase Youtube channel tv one news)

Jika tidak berhasil, Rizki disuruh push up hingga mengangkut galon bolak-balik ke lantai 10.

Maka tak heran dalam video terbarunya, Rizki kini bertubuh kurus dan rambutnya plontos.

"Aa tiap hari disiksa, kalau enggak dapat target, dipush up sama manggul galon dari lantai 1 sampai lantai 10," kata Rizki diceritakan ulang sang ayah.

Atas nasib miris yang menimpa sang putra, Dedi meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi berharap putra kesayangannya itu bisa kembali pulang ke tanah air dalam kondisi sehat.

( TribunnewsBogor.com | khairunnisa | TribunStyle.com | Noval Dwi Widya )

Tags:
tindak pidana perdagangan orangRizki NurfadhilahDedi SolehudinKamboja
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved