Mengapa Telur dan Kelinci Identik dengan Perayaan Paskah? Simak Filosofi dan Sejarahnya
Telur dan kelinci identik dengan perayaan hari raya Paskah. Mengapa demikian? Ternyata ada filosofi dan sejarahnya. Simak penjelasannya!
Penulis: Hanna Suliatun
Editor: Ika Putri Bramasti
Reporter: Suli Hanna
TRIBUNSTYLE.COM - Telur dan kelinci identik dengan perayaan hari raya Paskah. Mengapa demikian? Ternyata ada filosofi dan sejarahnya. Simak penjelasannya!
Hari Raya Paskah diperingati umat Kristiani sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus.
Setelah rangakaian Trihari Suci, Paskah dirayakan di hari Minggu.
Selain beribadah, ada pula tradisi yang dilakukan.
Tentunya tiap negara memiliki tradisi Paskah masing-masing.
Namun ada dua hal yang paling identik, yakni telur dan kelinci.
Baca juga: Daftar Kumpulan Ucapan Selamat Hari Paskah 2021, Siap Update di Facebook, IG & WA
Baca juga: 3 Puisi tentang Paskah Karya Penyair Legendaris Indonesia, dari Khidmat hingga yang Sedikit Humor
Telur paskah tak hanya disantap.
Namun dihias dengan beragam kreativitas.
Mengapa telur dan kelinci identik dengan perayaan hari raya Paskah?
Sejarah Tradisi Telur Paskah
Mengutip kompas.com dari Coles.com.au, ternyata tradisi makan dan menghias telur rebus di hari Paskah sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Ahli menyebut bahwa tradisi ini dimulai dari negara bagian Timur Tengah.
Dari Timur Tengah, tradisi telur ini menyebar ke Eropa Timur dan diadopsi Gereja Ortodoks.
Tahun 1870-an, umat di Eropa melakukan tradisi menghias cokelat yang berbentuk telur ayam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/kelinci-dan-telur-paskah.jpg)