Breaking News:

Kamu Bekerja Shift dan Terlalu Menguras Energi di Kantor, Ladies? Hati-hati Dihantui Risiko Ini

Perempuan yang bekerja keras di zaman globalisasi sudah bukan menjadi hal tabu.

Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Cecylia Rura Patulak
dailymail.co.uk
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi

TRIBUNSTYLE.COM - Perempuan yang bekerja keras di zaman globalisasi sudah bukan menjadi hal tabu.

Bahkan banyak perempuan menjalankan perannya sebagai manager di kantor sekaligus ibu di rumah

Banyak dari mereka yang sukses menjalankan keduanya dengan seimbang.

Baca: Awas! 10 Profesi Ini Terancam Terkena Kanker, Dari Pekerja Shift Hingga Pilot

Sayangnya kenyataan tersebut berbanding terbalik dengan penelitian baru-baru ini.

Sebuat penelitian menunjukkan perempuan yang bekerja sift malam dan bekerja berat memiliki sel telur yang lebih sedikit serta kurang subur.

"Studi kami menunjukkan bahwa wanita yang sedang merencanakan kehamilan harus menyadari potensi dampak negatif dari bekerja shift dan angkat berat yang bisa saja mengganggu kesehatan reproduksi mereka," kata Lidia Minguez-Alarcón, seorang peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan di Harvard TH Chan School of Public Health di Boston.

Para peneliti menganalisis informasi dari hampir 500 wanita usia 18 sampai 45 (rata-rata usia 35) yang mencari pengobatan kesuburan di Rumah Sakit Umum Massachusetts dari tahun 2004 sampai 2015.

Para peserta disurvei tentang jadwal kerja mereka dan tuntutan fisik pekerjaan mereka.

Para peneliti kemudian menilai beberapa penanda biologis kesuburan.

Termasuk jumlah folikel antral, yang merupakan struktur kecil di ovarium yang dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah telur yang belum matang yang tersisa di ovarium seorang wanita.

Para peneliti juga melihat jumlah telur ovarium yang matang diproduksi dalam menanggapi rangsangan dengan obat (yang merupakan bagian dari perawatan kesuburan).

Rata-rata, para perempuan dalam penelitian ini memiliki sekitar 12 folikel antral di ovarium mereka, dan sembilan telur matang setelah pengobatan dengan obat kesuburan.

Tapi wanita yang bekerja berat di tempat kerja memiliki 14 persen lebih sedikit telur yang matang, dan folikel antral 5 persen lebih sedikit, dibandingkan yang tidak.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Harvard TH Chan School of Public HealthBostonTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved