Breaking News:

Iran Vs AS

Serangan AS Bak Tak Ada Arti, Iran Buka Lagi 50 Pintu Rudal yang Pernah Dibom Washington

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Iran yang diluncurkan pada 28 Februari 2026 lalu bak tak ada dampak

Tayang:
Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
  • Iran dilaporkan buka lagi 50 pintu rudal yang sempat dibom Amerika Serikat
  • Persediaan rudal Iran ternyata masih aman tersembunyi di bawah tanah

 

TRIBUNSTYLE.COM - Serangan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Iran yang diluncurkan pada 28 Februari 2026 lalu bak tak ada dampak, Teheran justru tanpa kesulitasn membuka lagi 50 dari 69 pintu rudal dari lokasi yang sama.

CNN melaporkan bahwa Teheran membuka 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang berada di 18 kompleks rudal bawah tanah di Iran.

Fakta ini menunjukkan bahwa serangan pertama AS dan Israel ternyata belum mampu melumpuhkan persenjataan yang dimiliki Iran.

Sejumlah pintu di fasilitas rudal itu memang sempat tertutup akibat bom yang dijatuhkan AS, tapi Washington tak menyangka musuhnya bisa pulih dengan cepat.

AS dianggap salah strategi lantaran persediaan rudal Iran berada jauh di bawah permukaan tanah sehingga tetap terlindungi ketika lokasinya diserang.

Kini rudal-rudal yang masih dalam kondisi aman itu mulai dikerahkan Iran untuk menghadapi lawan-lawannya.

Baca juga: Lagi-lagi Rontokkan Drone dan Jet Tempur Canggih Milik Trump, Iran Ejek AS: Fase Kemunduran

Iran Perbaiki Kerusakan di Fasilitas Rudal

FASILITAS RUDAL IRAN - Tangkapan layar citra satelit dari Airbus, Senin (1/6/2026), yang menunjukkan upaya Iran untuk menggali pintu masuk ke pangkalan rudal bawah tanahnya, setelah akses tersebut tertutup akibat pemboman AS dan Israel dalam perang sejak 28 Februari lalu.
FASILITAS RUDAL IRAN - Tangkapan layar citra satelit dari Airbus, Senin (1/6/2026), yang menunjukkan upaya Iran untuk menggali pintu masuk ke pangkalan rudal bawah tanahnya, setelah akses tersebut tertutup akibat pemboman AS dan Israel dalam perang sejak 28 Februari lalu. (Tribunnews.com/Airbus)

Di beberapa lokasi, jalan yang sebelumnya rusak akibat serangan udara bahkan telah diaspal ulang dan dapat digunakan kembali.

Aktivitas konstruksi juga terlihat berlangsung intensif di sejumlah pangkalan rudal yang menjadi target serangan.

Salah satu contoh terlihat di pangkalan rudal dekat Isfahan, seperti diberitakan Al Jazeera.

Selama konflik berlangsung, Amerika Serikat dan Israel melancarkan beberapa serangan untuk menutup empat pintu masuk terowongan di lokasi tersebut. Namun beberapa minggu kemudian, citra satelit menunjukkan proses perbaikan yang cepat.

Kawah-kawah besar akibat bom telah diuruk, akses jalan diperbaiki, dan sejumlah pintu masuk yang sebelumnya tertutup berhasil dibuka kembali.

Aktivitas serupa juga terpantau di fasilitas rudal dekat Khomein.

Foto satelit pada pertengahan April memperlihatkan sedikitnya sepuluh kendaraan konstruksi bekerja membuka kembali salah satu akses terowongan yang rusak akibat serangan. Kecepatan proses pemulihan ini bahkan disebut melampaui perkiraan sejumlah badan intelijen Barat.

Para ahli yang dikutip CNN memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 1.000 rudal balistik yang tersimpan di berbagai fasilitas bawah tanah tersebut.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mempertahankan kemampuan serangan jarak jauh apabila konflik kembali pecah di masa mendatang.

Mereka menilai bahwa selama Iran masih memiliki peluncur, awak operasional, dan stok rudal yang tersimpan, kemampuan serang negara itu belum dapat dianggap lumpuh.

Baca juga: Iran Hujani Musuh dengan Rudal, AS Tetap Ogah Ngaku Kalah, Warganya Sekarat Terkena Serangan

Di sisi lain, laporan media Israel menyebut Iran juga terus melanjutkan produksi rudal balistik dan berupaya mempercepat pemulihan kemampuan militernya.

Sejumlah pejabat pertahanan Israel bahkan memperkirakan Iran dapat membangun kembali kapasitas drone tempurnya hanya dalam hitungan bulan, sementara produksi rudal balistik dapat meningkat secara signifikan dalam waktu sekitar satu tahun atau bahkan lebih cepat, lapor The Times of Israel.

PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Jakarta tentang Iran buka 50 pintu rudalnya
PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Jakarta tentang Iran buka 50 pintu rudalnya (YouTube/Tribun Jakarta)

Perkembangan ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang masih belum menemukan titik terang. Meskipun gencatan senjata yang diumumkan beberapa bulan lalu masih berlaku, perundingan antara berbagai pihak terkait masa depan program nuklir dan rudal Iran belum menghasilkan kesepakatan yang konkret.

Ancaman eskalasi baru pun masih membayangi kawasan Timur Tengah apabila proses diplomasi kembali mengalami kebuntuan.

Pemulihan cepat fasilitas rudal Iran menjadi pengingat bahwa perang modern tidak selalu ditentukan oleh besarnya serangan udara semata.

Kemampuan memperbaiki infrastruktur militer, mempertahankan persediaan senjata strategis, dan menjaga kesiapan operasional menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.

Karena itu, perkembangan terbaru ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama negara-negara Barat, Israel, dan para pengamat keamanan internasional dalam beberapa waktu ke depan.

Iran Rontokkan Jet Tempur dan Drone AS

Pada Minggu (31/5/2026), NBC News melaporkan capaian terbaru Iran menghalau unit tempur AS yang mencoba masuk ke wilayah udara Teheran.

Media AS mengonfirmasi Iran berhasil merontokkan jet tempur F-15 Strike Eagle milik AS.

Serangan Iran tersebut diketahui dilancarkan dengan rudal panggul atau MANPADS buatan China yang dipakai Iran.

Selain rudal tersebut, AS juga melaporkan bahwa IRGC menggunakan radar peringatan dini jarak jauh dari Beijing.

Kedua awal jet tempur milik AS itu berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dirudal Iran.

Baca juga: AS Tembakan Rudal ke Kapal Tanker Jumbo, Aksi Frustasi Gegara Pengaruh Iran Masih Besar di Teluk

PERANG IRAN - Capture YouTube Tribunnews soal Iran jatuhkan jet tempur dan drone milik AS
PERANG IRAN - Capture YouTube Tribunnews soal Iran jatuhkan jet tempur dan drone milik AS (YouTube/Tribunnews)

Tak hanya jet tempur, Iran juga lagi-lagi menembak jatuh drone militer bersenjata milik AS.

Serangan itu dilancarkan pada Minggu (31/5/2026) saat drone MQ-1 predator AS itu mencoba memasuki wilayah Teheran.

Drone tersebut dilaporkan terbang di atas perairan teritorial Iran.

IRGC menyebut bahwa pesawat nirawak itu bergerak dalam operasi senyap AS.

IRGC menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara Iran mendeteksi keberadaan drone tersebut setelah melintasi batas perairan teritorial negara itu.

Setelah dilakukan pemantauan, drone tersebut kemudian menjadi sasaran rudal pertahanan udara dan berhasil dihancurkan.

Seusai upaya AS itu, IRGC juga menekankan bahwa pasukannya berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi ancaman keamanan terhadap Iran.

Selain mengumumkan keberhasilan operasi tersebut, IRGC melontarkan peringatan keras kepada pihak mana pun yang mencoba melakukan tindakan agresi terhadap Iran. (Tribun Style/Tribunnews/Yunita Rahmayanti)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
IranIsraelAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved