TRIBUNSTYLE.COM - Ardiansyah, pramugara KA Turangga menyisakan pilu untuk keluarganya.
Ardiansyah meninggal dalam tabrakan adu banteng Kereta Api di Cicalengka, Kab. Bandung.
Sosoknya meninggalkan dua anak laki-laki yang masih kecil. Namun ternyata Ardiansyah sempat memberikan nasihat dan pesan terakhir untuk anaknya.
Anak pertama Ardiansyah masih berusia 7 tahun dan baru duduk di kelas satu sekolah dasar, sedangkan anak keduanya, baru berusia dua Minggu.
Robby Dzulfaqor, kakak ipar almarhum, mengatakan sebelum berangkat kerja korban sempat berpesan kepada anak pertamanya agar menjaga ibu dan adiknya.
"Ke anak yang paling gedenya bilang kalau papih kerja, titip bunda ya, jagain bunda. Yang terakhir itu seperti itu aja sih ke istrinya," ujar Robby, Sabtu (6/1/2024).
Almarhum pun sempat video call dengan istrinya dan mengatakan akan pulang secepatnya.
Baca juga: Kondisi Masinis KA Turangga yang Selamat dari Kecelakaan Adu Banteng di Bandung, Korban Trauma
"Sempat video call dan nge-WA, kemarin itu cuma jawab, dia bilang secepatnya aja, Bun. Dia bilang gitu aja," katanya.
Di mata keluarga besarnya, kata dia, almarhum dikenal sebagai anak saleh yang jadi tulang punggung keluarga.
"Iya (tulang punggung keluarga)" ujarnya.
Sebelumnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam ada tabrakan kereta api di Cicalengka.
Ke empat korban itu yakni Enjang Yudi Petugas PAM Stasiun Cimekar, Julian Dwi Setiyono Masinis KA 350 Commuter Line Bandung Raya, Ponisam Asisten Masinis KA 350 Commuter Line Bandung Raya dan Ardiansyah Pramugara KA Turangga.
....
Ardiansyah menjadi korban meninggal tabrakan kereta api di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024).
Tangis ibunda Ardiansyah, Nunung Nurhayati (60) pun pecah saat mengetahui anaknya meninggal dalam kecelakaan kereta api adu banteng tersebut.
Nunung (60) bersama Endang Kurnia (65) menutup wajah dengan telapak tangan mereka.
Kakak ipar Ardiansyah, Robby Dzulfaqor Noor (34) mengungkapkan gelagat tidak biasa adik iparnya sebelum tragedi kecelakaan tersebut.
Robby menyebut tidak ada firasat yang dirasakan keluarga.
Robby menyebut sikap Ardiansyah kepada istrinya, Esli Rosdiana (30) berbeda.
"Enggak ada yang aneh, cuman kata Mamah, almarhum itu ke istrinya ada yang beda, lebih manja, romantis," katanya.
Baca juga: Sosok Masinis KA CL Bandung Raya, Sempat Rayakan Ultah Anak, Istri Nantikan Anniversary Pernikahan
Diketahui, Ardiansyah meninggalkan kedua anaknya Faiza Hoirul Gibran (7) serta Bryan (2 minggu).
Robby menuturkan Ardiansyah seharusnya tiba di rumahnya Kampung Bale Kambang RT/Desa Sukamaju, Majalaya, Kabupaten Bandung hari ini setelah bertugas dari Surabaya.
Ardiansyah bertugas di KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung ketika tabrakan terjadi.
KA Turangga bertabrakan dengan KA Bandung Raya jurusan Padalarang-Cicalengka, Jumat (5/1/2024) pagi.
Alih-alih Ardiansyah pulang, keluarga malah mendapatkan kabar duka.
"Kami tahu tadi sekitar pukul 10.00 melalui orang tua. Kemarin Ardiansyah sempat WhatApp bahwa yang bersangkutan tugas ke Surabaya."
"Saya tadi telepon nomornya. Aktif tapi enggak diangkat," kata Robby di sekitar lokasi kejadian.
Tak sabar ingin tahu bagaimana nasib adiknya, Robby, yang tinggal di Rancaekek, bergegas menuju RSUD Cicalengka.
"Saya sempat ke RSUD, tapi belum ada jenazah adik saya. Saya langsung ke TKP," katanya.
Meninggalnya Ardiansyah menyisakan luka dan duka mendalam bagi Robby, umumnya bagi keluarga.
Sebab, meski berposisi sebagai ipar, bagi Ardiansyah, tak ada kata ipar.
"Ke saya sudah seperti ke kakak kandung. Tak ada beda bagi dia apakah ibu kandung atau mertua, sama-sama dia berbuat baik," katanya.
Sedangkan ibunda Ardiansyah, Nunung menangis terus memanggil-manggil nama anaknya.
"Mamah jeung saha (Mamah nanti dengan siapa)?" kata Nunung sambil terus menangis.
Sejumlah orang berseragam PT Kerta Api Indonesia (KAI) mendekatinya dan mencoba menenangkan Nunung.
Begitu juga suaminya, Endang, yang sejak awal duduk di sampingnya.
Ungkap pesan WhatsApp terakhir
Hal tersebut diungkapkan oleh kakak ipar Ardiansyah, Robby Dzulfaqor Noor (34).
Robby mengatakan Ardiansyah mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada keluarga hari ini akan pulang ke rumah setelah bertugas ke Surabaya.
Namun nyatanya sekitar pukul 10.00 WIB Ardiansyah dan keluarga justru mendapatkan kabar duka.
"Kami tahu tadi sekitar pukul 10.00 melalui orang tua. Kemarin Ardiansyah sempat WhatApp bahwa yang bersangkutan tugas ke Surabaya dan akan pulang hari ini."
"Saya tadi telepon nomornya. Aktif tapi enggak diangkat," kata Robby di sekitar lokasi kejadian.
Mendapat kabar Ardiansyah berada dalam KA Turangga yang tabrakan dengan KA Bandung Raya, Robby yang tinggal di Rancaekek, bergegas menuju RSUD Cicalengka.
"Saya sempat ke RSUD, tapi belum ada jenazah adik saya. Saya langsung ke TKP," katanya.
Meninggalnya Ardiansyah menyisakan luka dan duka mendalam bagi Robby, umumnya bagi keluarga.
Sebab, meski berposisi sebagai ipar, bagi Ardiansyah, tak ada kata ipar.
"Ke saya sudah seperti ke kakak kandung. Tak ada beda bagi dia apakah ibu kandung atau mertua, sama-sama dia berbuat baik."
(*)
Artikel diolah dari TribunJabar.id dan TribunJabar.id