TRIBUNSTYLE.COMĀ - Seorang ayah empat anak secara tragis tertimpa bak mandi air panas yang jatuh dari derek yang dioperasikan oleh putranya setelah beton di bawah kendaraan runtuh.
Pemeriksaan di pengadilan di Bristol, Inggris menemukan hari ini (11 Juli) bahwa kematian Michael Burcombe (73) pada 2021, yang telah berkecimpung dalam bisnis derek selama 45 tahun, adalah sebuah kecelakaan.
Michael yang memiliki pengalaman 45 tahun sebagai operator derek ketika dia terbunuh pada 31 September 2021, secara menyedihkan tertimpa sampai mati ketika bak mandi air panas yang akan dipasang di sebuah properti jatuh menimpanya.
Dia menjalankan bisnis keluarga, Burcombe Crane Hire Ltd, yang bertugas mengangkat bak mandi air panas yang berat di atas rumah pelanggan untuk dipasang nanti.
Baca juga: Dikejar Polisi, Buronan Ini Sembunyi di Dalam Lemari Es, Apes Malah Terkunci, Ditemukan Mengenaskan
Dilansir Daily Star pada 11 Juli 2023, investigasi menemukan bahwa bak mandi air panas jatuh setelah beton di bawah derek runtuh, menyebabkan beban berayun dan akhirnya lepas.
Putranya, Ashley, mengoperasikan derek sementara cucunya, Ty Nethercott, berdiri sebagai pemberi sinyal untuk menunjukkan kepada Ashley di mana harus memindahkan bak mandi air panas.
Yang mengejutkan, Michael terdengar berteriak "angkat, keluarkan saya" saat keluarganya menggunakan papan sebagai tuas untuk mengangkat bak mandi air panas dari tubuhnya, lapor BBC.
Dia kehilangan kesadaran tak lama kemudian.
Layanan darurat dengan cepat mendatangi tempat kejadian mengerikan itu.
Pria berusia 73 tahun itu dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Pengadilan mendengar bahwa Michael telah melakukan penilaian risiko lima hari sebelum kematiannya dan memutuskan bahwa dereknya yang lebih kecil dan dipasang di truk dapat mengangkat bak mandi air panas dengan aman.
Selain itu, hakim Peter Harrowing mengatakan kepada pengadilan bahwa Michael meninggal karena banyak luka dan kematiannya tidak disengaja.
"Tuan Burcombe tidak tahu beton itu kemungkinan besar akan runtuh.
Saya tidak punya bukti yang menunjukkan dia seharusnya melakukan pemeriksaan beton lebih lanjut dan lebih rinci," katanya.
"Dia tidak bisa, begitu pula Ashley, meramalkan bahwa beton akan retak dan runtuh ketika itu terjadi," tambahnya.
Baca juga: Pernikahan Berujung Duka, Pengantin Wanita di Palembang Meninggal Dunia 5 Menit Setelah Akad Nikah
Ashley mengatakan kepada pengadilan bahwa dia telah membubarkan perusahaan ayahnya, bersumpah untuk tidak pernah mengemudikan derek lagi.
"Ayah saya adalah jantung dan jiwa dari bisnis ini dan kami tidak dapat berpikir untuk melanjutkan tanpa dia," katanya.
Keluarganya menggambarkannya sebagai "suami, ayah, dan kakek yang luar biasa", dan mengatakan bahwa dia bangga bahwa perusahaannya tidak pernah mengalami kecelakaan selama 45 tahun sejarahnya.
"Dia adalah kehidupan dan jiwa keluarga kami, dia selalu punya cerita atau lelucon untuk diceritakan dengan senyum nakal di wajahnya," kata mereka.
"Dia akan sangat dirindukan oleh kita semua dan kami akan terus merayakan hidupnya seperti yang dia inginkan," tambahnya.
(TribunStyle/ Amr)
Baca artikel lainnya terkait berita viral