Berita Viral

MIRIP Kasus Alm. Fajri, Mantan Opang di Tangerang Berbobot 200 Kg, Tak Bisa Jalan & Tak Nafsu Makan

Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mirip kasus almarhum Fajri, pilu eks tukang ojek pangkalan di Tangerang obesitas 200 Kg.

TRIBUNSTYLE.COM - Mirip kasus almarhum Muhammad Fajri, dia adalah mantan ojek pangkalan yang kini berbobot 200 Kg.

Diketahui, Muhammad Fajri (26) mengalami obesitas hingga berat badannya mencapai 300 Kg.

Kondisi serupa dialami warga Kelurahan Kunciran Indah, Pinang Kota Tangerang bernama Cipto Raharjo (45).

Cipto kini tak bisa berjalan akibat berat badannya yang mencapai 200 Kg.

Belum lagi Cipto juga tidak mengenakan celana karena tak ada yang muat hingga mengaku tak nafsu makan karena bobotnya.

Simak selengkapnya!

Kolase Foto Pria Obesitas Muhammad Fajri (26) dan Cipto Raharjo (45). Mirip almarhum Muhammad Fajri, kisah mantan tukang ojek pangkalan ini memiliki kisah pilu karena berat badannya mencapai 200 Kilogram. (Foto Tribun Jakarta)

Akhirnya Cipto sehari-hari hanya sarungan.

"Saya juga kemana-mana pake sarung, soalnya celana sudah enggak ada yang muat," kata Cipto ditemui di rumahnya, Selasa (4/7/2023).

Cipto tinggal di sebuah rumah kecil yang terletak di pinggir Jalan Sultan Ageng Tirtayasa.

Cipto terlihat hanya tergeletak di lantai dengan penyangga di bahunya.

Baca juga: PENAMPAKAN Liang Lahat Fajri Pria Obesitas 300 Kg, Damkar dan Relawan Bantu Turunkan Almarhum

Dia pun terlihat kesulitan untuk bernafas.

Kondisinya memprihatinkan.

Cipto hidup dengan ekonomi yang terbatas alias dari keluarga tidak mampu.

Cipto bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan petak dengan ukuran sekira lebar lima meter dan panjang 20 meter.

Detik-detik evakuasi Cipto Raharjo pria penderita obesitas berbobot 200 Kg di Pinrang, Tangerang. (Kompas)

Cipto kini hanya bisa tergeletak di kamar tidurnya dengan ukuran sekira 2x3 meter.

Bahkan, untuk pindah ke tempat tidur Cipto tak mampu melakukannya.

Terlihat, tubuh Cipto diganjal dengan papan dan tidur tanpa menggunakan alas, yakni langsung berada di lantai.

Ia menceritakan kondisi obesitas yang dialaminya telah terjadi sejak delapan tahun terakhir.

Akan tetapi, sejak sepekan terakhir ia tak mampu lagi untuk berjalan.

"Saya obesitas begini sudah dari tahun 2015, tapi baru enggak bisa jalan seminggu terakhir ini," ujar Cipto Raharjo.

Cipto menerangkan, selama ini dirinya masih beraktivitas dengan bekerja menjadi tukang ojek pangkalan.

Akan tetapi, dirinya jarang mendapat penumpang lantaran kondisi tubuhnya yang terlalu besar dan pakaian yang dikenakan tidak seperti orang lain pada umumnya.

"Dulu sempat jadi tukang ojek, tapi enggak ada ada yang mau, sebelumnya juga saya kerja jadi sopir bus antar kota antar provinsi," kata dia.

Kini kediaman Cipto tengah menjadi kerumunan masyarakat sekitar, yang hendak melihat langsung.

"Enggak bisa, sudah enggak bisa gerak lagi," tuturnya lirih.

Menurut Cipto, ia sempat mencoba untuk diet, namun usahanya itu gagal. Akibatnya, Cipto pun kini tak nafsu makan karena sakit yang dialaminya.

"Kalau makan enggak nafsu lagi, ini saja dari pagi belum makan, karena gak nafsu," ucap Cipto Raharjo.

(*)

--

Artikel diolah dari Tribundepok.com