Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

DAFTAR 6 Tersangka Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Ketua Panpel hingga Dirut PT LIB, Terkuak Perannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam orang tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan

"Pasal sangkaan (pada H dan TSA) sama Pasal 359 dan 360. Dan juga pasal 103 Jo pasal 52 undang-undang RI Nomor 11 tahun 2002 tentang keolahragaan. Mereka memerintahkan anggotanya penembakan gas air mata," pungkasnya.

Polisi Dikritik Media Internasional Terkait Kanjuruhan, Polri Membela Diri: Harus Melihat Utuh

Polisi dikritik media internasional terkait tragedi Kanjuruhan, Polri membela diri.

Jadi sejarah kelam sepak bola, tragedi Kanjuruhan disorot media internasional.

The New York Times mengkritik Kepolisian Indonesia yang disebut kurang terlatih dalam pengendalian massa.

Pihak Polri pun memberikan pembelaan terkait penilaian tersebut.

Baca juga: Tendang Suporter saat Tragedi Kanjuruhan, Oknum TNI Datangi Rumah Korban, Begini Reaksi Keluarga

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya meminta semua pihak untuk melihat setiap kejadian secara utuh.

Khususnya terkait legal sistem yang diatur setiap negara.

"Setiap kejadian selalu dievaluasi harus melihat secara utuh 3 hal terkait legal system yaitu substansi atau instrumen hukumnya, struktur hukumnya dan budaya hukumnya," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Dedi menuturkan bahwa Polri bisa melakukan diskresi dalam menangani suatu masalah.

Nantinya, diskresi itu bisa dinilai dan dievaluasi apakah sudah benar atau salah.

Sejumlah Aremania tabur bunga dan doa bersama di Monumen Singo Tegar untuk mengenang korban kerusuhan sepak bola pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (1/9/2022) malam. (KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
 

"Dan diskresi kepolisian secara universal bahwa setiap polisi berdasarkan penilaiannya dapat mengambil tindakan yang tidak bertentangan dari norma-norma yang berlaku. Itu semua dianev dan terus akan dilatihkan," ungkapnya.

Namun begitu, Dedi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen akan menindak anggotanya yang dinilai bersalah dalam kasus tersebut. Tindakan bisa dilakukan baik etik maupun pidana.

"Setiap kesalahan yang dilakukan oleh personal sesuai pertanggungjawaban personal akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku baik pidana dan KKEP," katanya.

Halaman
1234