Dijuluki Raja Settingan, Uya Kuya Justru Bangga Meski Pernah Dilempar Pakai Batu Bata, Ini Alasannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Uya Kuya mengaku bangga jika dirinya disebut sebagai raja settingan.

TRIBUNSTYLE.COM - Uya Kuya mengaku bangga jika dirinya disebut sebagai raja settingan, suami dari Astrid Kuya ungkap alasannya.

Uya Kuya mendapat julukan dari warganet sebagai raja settingan.

Seperti diketahui, Uya Kuya dijuluki sebagai Raja Settingan karena dirinya sering membuat kegaduhan.

Selain itu, diajuga kerap memiliki program acara yang berbau settingan atau gimmick.

Meski meraup keuntungan dengan cara tersebut, rupanya Uya Kuya sempat mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang yang tak dikenal karena dinilai kerap membuat acara settingan.

Tak tanggung-tanggung, Uya Kuya pernah dikerja massa hingga mendapat serangan fisik dengan dihantam menggunakan batu bata.

Dimana leher belakangnya dipukul oleh seseorang mengenakan batu bata sehingga membuatnya merasa kesakitan.

Baca juga: Tak Terima Keluarganya Disebut Settingan, Astrid Kuya Murka: Gue Nikah Beneran, Gak Kaya Artis Lain

Baca juga: Keluarga Uya Kuya Jadi Korban Penipuan Berkedok Liburan di Bali, Astrid: Luntang-lantung di Bandara

Uya Kuya pernah dilempar batu bata karena dianggap merasahkan imbas sering bikin acara settingan. (YouTube TS Media)

"Gue pernah digeprak pakai batu bata di belakang sini (leher)" ujar Uya Kuya dikutip dari TS Media, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Tak hanya itu saja mobil Uya Kuya juga dirusak hingga mengalami pecah kaca.

"Mobil dipecahin pakai batu bata, kaca mobil pecah, karena marah sama gue," lanjutnya.

Ketika itu, Uya mengatakan dirinya sedang membawakan acara reality show, 'Playboy Kabel'.

Terlepas dari itu Uya pun mengatakan bahwa program acara yang dia jalani saat itu 85 persen adalah nyata dan sisanya adalah setingan.

"Program Playboy Kabel pada saat itu delapan puluh lima persen real, lima belas persennya gimmick atau settingan," imbuhnya.

Kendati demikian, suami dari Astrid Kuya itu merasa bangga ketika orang-orang menjuluki dirinya sebagai raja settingan.

Halaman
123