Viral Hari Ini

VIRAL Nama Anak 19 Kata di Tuban, Orangtua Sulit Buat Akta Kelahiran hingga Surati Presiden Jokowi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak di Tuban kesulitan punya akta kelahiran karena namanya yang panjang hingga 19 kata

Panjanganya nama sang putra membuat Arief dan Suci kesulitan mengurus akta kelahiran.

Balita di Tuban kesulitan punya akta kelahiran buntut nama yang terlalu panjang (Instagram @info_tuban)

Putra mereka bahkan kini sudah hampir 3 tahun.

Hal itulah yang mendasari Arief dan Suci menulis surat ke presiden.

"Sungguh besar harapan kami pihak terkait pembuat akta nama untuk memberi jalan keluar dan kemudahan dalam memberikan pada kami pelayanan yang baik.

Kami sudah mengajukan permohonan kira-kira hampir tiga tahun yang lalu, akan tetapi sampai hari ini jawabannya sama, tidak bisa, selalu dan selalu ditekankan untuk mengganti nama.

Dalam tiap kesempatan kami selalu menanyakan dengan harapan dapat berita terbaru dan membahagiakan, sampai hampir tahun ketiga, berita itu tidak ada.

Jika kan menanyakan selalu disuruh merubah nama," lanjutnya.

Arief dan Suci kukuh tak ingin mengganti nama sang anak.

Mereka pun menyinggung sakralnya sebuah nama.

Baca juga: VIRAL Ibu Temani Anak Seleksi CPNS, Momen Duduk di Tangga Curi Perhatian, Nasib Baik Belum Berpihak

Baca juga: Pria Turki Ikut Cari Orang Hilang di Hutan, Orang yang Dicari Ternyata Dirinya Sendiri, Ini Kisahnya

Balita di Tuban, Jawa Timur kesulitan buat akta kelahiran buntut nama yang terlalu panjang (Instagram @info_tuban)

"Mungkin bagi sebagian yang tidak memahami sakralnya sebuah nama, nama anak kami jadi bahan candaan dan olok-olok.

Tapi bagi yang mengerti bagaiamana berharganya tujuan memberi sebuah nama, pada sebuah negara merdeka yang demokratis sudah barang tentu hak asasi kami akan sangat dihargai," terang Arief dan Suci.

Dalam suratnya, Arief dan Suci berharap presiden bisa membantu dalam mengurus akta kelahiran anak.

Terlebih dua tahun lagi anak mereka akan sekolah.

"Pada intinya pihak terkait tidak bisa dan berulang-ulang kami disuruh merubah nama anak tersebut.

Halaman
123