Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Virus Corona

1296 Lebih Sekolahan Laporkan Kasus Covid-19 Saat Lakukan Pertemuan Tatap Muka, 6900 Anak Terinfeksi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka. (Kasus Covid-19 saat sekolah kembali dibuka terus melonjak, 1000 lebih PTM laporkan penularan.)

Adapun data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) per 23 September 2021 menunjukkan, dari 47.033 sekolah yang disurvei, sebanyak 2,77 persen sekolah tercatat menimbulkan klaster Covid-19 akibat pembelajaran tatap muka.

Meski kasus tidak naik secara signifikan, Wiku mengingatkan bahwa sekecil apa pun kasus yang terjadi, jika tidak ditindaklanjuti dengan tracing maupun treatment, maka dapat memperluas penularan.

Oleh karenanya, apabila ditemukan kasus positif dalam pembelajaran tatap muka, sekolah wajib menerapkan penutupan dan segera melakukan disinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat.

"Selain itu lakukan evaluasi penerapan pembatasan khususnya terkait penerapan protokol kesehatan," kata Wiku.

Baca juga: Indonesia Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19 di Akhir Tahun, Amerika Serikat Sudah Rasakan Akibatnya

Baca juga: Disebut Sudah Berdamai dengan Covid-19, Singapura Tangani 1000 Kasus Baru, Padahal 80% Vaksinasi

Ilustrasi PTM. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

--

1.296 sekolah dilaporkan mengalami kasus penularan

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terhadap 46.500 sekolah, hingga 20 September 2021 sudah ada 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kasus penularan itu kira-kira 2,8 persen yang melaporkan," kata Jumeri.

Klaster penyebaran Covid-19 kata Jumeri paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah.

Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah.

Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.

Namun, Jumeri tak mengungkap sekolah tersebut tersebar di daerah mana saja.

Jumlah kasus positif terbanyak, baik guru maupun siswa, di lingkungan SD.

Untuk guru dan tenaga kependidikan, kasus positif mencapai 3.174 orang dari 581 klaster sekolah.

Halaman
123