Demi Pesugihan, Ibu di Gowa Aniaya Anak Untuk Tumbal, Dahlia Poland Miris: Aku Sampai Gemetar

Dahlia Poland miris dengan seorang ibu aniaya anak demi pesugihan.

Reporter: Joni Irwan Setiawan

TRIBUNSTYLE.COM - Dahlia Poland mengaku miris dengan kejadian seorang ibu yang rela congkel mata sang anak demi pesugihan, Istri Fandy Christian takutkan hal ini.

Akhir-akhir ini sedang ramai menjadi bahan perbincangan khalayak ramai yakni seorang ibu tega congkel mata anaknya yang diduga untuk tumbal pesugihan.

Peristiwa memilukan itu dialami oleh bocah berusia 6 tahun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Bocah perempuan itu diduga dianiaya oleh keluarganya, termasuk kedua orangtuanya.

Mata kanan anak tersebut dilukai.

Akibat perlakukan kedua orang tuanya tersebut korban terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, karena mata sebelah kanannya hampir saja buta.

Aksi keji ini berhasil mencuri perhatian warganet dan beberapa publik figur lainnya.

Salah satunya adalah, aktris cantik Dahlia Poland.

Baca juga: Dahlia Poland Kesal Diatur saat Posting soal Anak, Putri Anne Ikut Nimbrung: Kok Lu pada Ngurus Aja

Baca juga: Tulis Pesan untuk Mendiang Ayah, Dahlia Poland Ungkap Harapan: Andai Saja Bisa Jadi Kakek Terbaik

Dahlia Poland tak percaya jika ada orang lain yang mau mengurus anak-anaknya imbas baca berita soal pesugihan ibu congkel mata anak demi tumbal. (Instagram/dahliachr)

Istri dari Fandy Christian ini mengaku tak habis pikir dengan tindakan keji seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri.

Imbas kejadian yang begitu keji tersebut, Dahlia Poland pun mengaku khawatir dengan anak-anaknya.

Rasa kekhawatiran itu diungkap Dahlia Poland mealalui sebuah unggahan di Instagram Story miliknya.

"Baca berita soal anak umur enam tahun yang mau dicongkel matanya sama orangtuanya.

Kakek neneknya bantuin juga, bapaknya, bahkan ibunya sendiri yang mau nyongkel cuman buat pesugihan.

Itu anak sendiri lho," ujar Dahlia Poland dalam unggahan Instagram Story, dikutip Tribun Style, Rabu, 8 September 2021.

Aksi keji itu bahkan sampai beredar dimedia sosial, bahkan videonya banyak beredar di YouTube.

Tampak jelas suara jeritan sang korban saat matanya akan dicongkel oleh orangtuanya.

Mendengar jeritan itu, Dahlia Poland mengaku begitu gemetar.

Dahlia Poland mengaku takut dengan aksi pesugihan seorang ibu yang rela congkel mata anaknya demi tumbal. (Instagram @dahliachr)

Perempuan berdarah Amerika Serikat itu tak habis pikir dengan sikap orangtuanya.

"Aku sampai gemetar lho dengar jeritannya doang, masa sampai anak luka kayak gitu berdarah-darah masih tetap dilanjutin.

Apa nggak kasihan lihatnya kok tega gitu," imbuhnya.

Melihat peristiwa tersebut, Dahlia Poland semakin tak percaya jika ada orang lain yang mau mengurus anak-anaknya.

Meski seringkali merasa kerepotan mengurus ketiga buah hatinya, Dahlia tidak akan percaya begitu saja menitipkan anaknya pada orang lain.

"Makin nggak percaya sama orang lain buat jagain anak aku, soalnya orang aja yang anak sendiri bisa digituin, gimana anak orang lain.

Gemeter lho ini, makin gila ya," tandasnya.

Fakta Bocah Gowa Jadi Korban Pesugihan

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/9/2021) itu terbongkar usai seorang kerabatnya mendengar jeritannya.

Korban diselamatkan oleh kerabatnya itu dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Berikut sederet fakta tentang kasus ini.

Baca juga: MANTAN Tukang Rongsok Dinyinyir Tetangga Punya Pesugihan, Padahal Kini YouTuber Bergaji Rp 150 Juta

Ilustrasi korban kekerasan. (IMCNews.ID)

1. Korban dirawat intensif di rumah sakit

Usai diselamatkan oleh kerabatnya, Bayu (34), korban dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.

Saat dievakuasi ke rumah sakit, mata kanan korban dalam kondisi terluka.

Ketika Bayu menemukan korban, bocah tersebut sedang dilukai oleh kedua orangtuanya.

Kakek dan neneknya turut terlibat dengan memegangi tubuh korban.

Korban kini sedang dirawat intensif di rumah sakit tersebut.

2. Dilakukan oleh orangtua dan keluarga

Kejadian tersebut dipergoki Bayu usai mendengar jerit tangis si bocah.

Bayu yang saat itu sedang duduk di depan rumah korban, langsung menghampiri sumber suara.

Ketika masuk ke dalam rumah, Bayu kaget melihat insiden itu.

Korban sedang dianiaya beramai-ramai.

Kala itu, orangtua korban tengah melukai mata buah hatinya.

Sementara kakek dan neneknya memegangi tangan dan kaki bocah tersebut.

Bayu bersama anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat langsung menolong korban.

3. Sering Gelar Ritual

Kata Bayu, bocah 6 tahun itu diduga menjadi korban pesugihan yang dilakukan kerabatnya.

Pasalnya, Bayu menyebutkan bahwa ibu korban sering menjalankan ritual aneh pada malam tertentu di rumah itu.

Si ibu juga mengaku sering mendengar bisikan-bisikan gaib.

"Di rumah itu memang mereka sering gelar ritual aneh seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi," ujarnya, Jumat.

Baca juga: Sebut Tetangganya Lakukan Pesugihan Babi Ngepet, Ibu-ibu Depok: Dia Nganggur, Tapi Uangnya Banyak

Ilustrasi Polisi (Thinkstock/Antoni Halim)

4. Polisi Amankan Lima Orang

Atas kejadian ini, polisi telah mengamankan lima orang, yakni kedua orangtua korban, nenek dan kakek, serta paman.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa AKP Boby Rachman mengatakan, ada dua terduga pelaku yang dibawa Rumah Sakit Dadi, Makassar, untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

"Kejadian ini adalah kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap anak di bawah umur.

Sampai saat ini kami telah mengamankan tiga orang dan dua sementara menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar.

Sebab, ada dugaan awal gangguan mental. Namun, kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan rumah sakit," ucapnya, Jumat.

Setelah memeriksa terduga pelaku, polisi menjelaskan bahwa perbuatan mereka bermotif halusinasi dan bisikan gaib.

"Berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka, motifnya ini adalah halusinasi, di mana tersangka kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakukan kekerasan kepada korban," tutur Boby.

5. Diusut Tuntas

Kapolres Gowa AKBP Tri Goffarudin Pulungan berjanji bakal mengusut tuntas kasus dugaan ritual pesugihan tersebut.

Ia menyampaikan, jumlah tersangka kemungkinan bakal bertambah.

"Kasus ini kami terus usut dan kemungkinan besar tersangka akan bertambah, kami juga akan mengusut soal ritual pesugihan ini sebab telah menyesatkan masyarakat," ungkapnya selepas menjenguk korban di rumah sakit.

(TribunStyle/Joisetiawan, Kompas.com/Abdul Haq)