Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Trending Hari Ini

Kasus Corona di Luar Jawa Meningkat, RS di Medan Mendirikan Tenda untuk Pasien Covid-19

Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Ketersediaan kamar atau ruangan untuk merawat pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, mulai menipis.

TRIBUNSTYLE.COM - Ketersediaan kamar atau ruangan untuk merawat pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, mulai menipis.

Bahkan, beberapa rumah sakit mengonfirmasi bahwa ruangan khusus untuk pasien Covid-19 sudah penuh.

Salah satu RS yang saat ini sudah penuh adalah Rumah Sakit Umum Hermina di Jalan Asrama, Kota Medan.

Baca juga: 20.709 Kasus Baru, Jateng Memimpin, Jakarta di Bawah Seribu, UPDATE Corona Nasional 10 Agustus 2021

Baca juga: Bisa Melalui SMS, Aplikasi, Web, 3 Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 Tahap Pertama dan Kedua

RSU Hermina di Medan, Sumatera Utara mulai merawat pasien Covid-19 di tenda darurat. (KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI)

Dalam sebulan terakhir, seluruh tempat tidur yang tersedia digunakan seluruhnya untuk merawat pasien Covid-19.

"Kapasitas tempat tidur khusus Covid-19 kita ada 60 tempat tidur termasuk ICU. Sampai sekarang masih penuh," kata Manajer Pemasaran RSU Hermina Andrew Richi saat dijumpai di rumah sakit itu, Senin (9/8/2021).

Dia menyebutkan, tingginya angka penyebaran Covid-19 di Medan menyebabkan tingkat keterisian rumah sakit makin tinggi.

Bahkan, pihak RS terpaksa harus menambah tenda darurat di halaman belakang rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19.

"Jadi kami belakangan menyediakan tenda dan baru menambah kapasitas tenda, karena memang saat ini jumlah pasien yang datang ke rumah sakit dengan indikasi Covid-19 itu memang meningkat," kata Andrew.

Adapun kapasitas tenda darurat di rumah sakit itu hanya bisa menampung 9 pasien.

Itu pun, dalam beberapa hari terakhir selalu penuh.

Tenda darurat itu digunakan untuk menampung pasien Covid-19 untuk sementara, sebelum dirawat di ruangan rumah sakit.

Mereka adalah pasien yang masuk dalam daftar tunggu.

"Rata-rata bisa sampai 5 atau 6 pasien itu waiting list. Karena memang ruang perawatannya penuh. Kita tidak mungkin membiarkan pasien telantar. Jadi kami memutuskan menambah tenda supaya pasien yang tidak bisa menemukan rujukan ke rumah sakit lain lain karena rumah sakit penuh, bisa untuk sementara menunggu di situ," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak.

Halaman
1234