Sederet Prestasi Ki Manteb Sudarsono, Selipkan Dakwah Lewat Seni Budaya, Meninggal di Usia 72 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sederet prestasi Ki Manteb Sudarsono (kanan), menerima penghargaan dari Habib Luthfi (kiri).

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Sederet prestasi Ki Manteb Sudarsono sebagai dalang kondang yang berdedikasi untuk kelestarian wayang kulit, meninggal pada usia 72 tahun.

Kabar duka datang dari dunia seni dan budaya Tanah Air.

Dalang wayang kulit, Ki Manteb Sudarsono, meninggal pada Jumat, 2 Juli 2021.

Ia mengembuskan napas terakhirnya pada usia ke-72 tahun.

Semasa hidup, Ki Manteb Sudarsono dikenal sebagai dalang wayang kulit ternama dari Jawa Tengah.

Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan.

Baca juga: 5 Fakta Ki Manteb Sudarsono Meninggal, Pentas Wayang hingga Kecapekan, Punya Riwayat Penyakit Paru

Baca juga: Profil Ki Manteb Sudarsono, Perjalanan Sang Dalang Setan hingga Populer dengan Jargon Pancen Oye

Dalang Ki Manteb Sudarsono meninggal dunia. (Tribun Solo)

Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern.

Ki Manteb Sudarsono juga dikenal sebagai dalang dengan segudang prestasi.

Dihimpun dari berbagai sumber, inilah beberapa prestasi yang pernah diraih Ki Manteb Sudarsono.

1. Juara Pakeliran Padat se-Surakarta (1982)

Pada tahun 1982 Ki Manteb menjadi juara Pakeliran Padat se-Surakarta.

Boleh dibilang, prestasi ini menjadi tolok ukur Ki Manteb Sudarsono di dunia seni wayang kulit.

Prestasi tersebut membuat namanya mulai dikenal dan menanjak.

2. Satya Lencana Kebudayaan (1995)

Eksistensi dan dedikasi Ki Manteb dalam seni dan budaya membuahkan hasil manis.

Pada tahun 1995, ia mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto.

Penghargaan itu berupa Satya Lencana Kebudayaan.

Ki Manteb Sudarsono meninggal dunia. (Instagram @ki_manteb_soedharsono_official)

3. Pecahkan Rekor MURI (2004)

Pada tahun 2004, Ki Manteb Sudarsono memecahkan rekor MURI.

Rekor tersebut atas aksinya mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa istirahat.

Pertunjukan dengan lakon Baratayudha itu digelar di RRI Semarang.

4. Nikkei Asia Prize Award 2010

Pada tahun 2010, penghargaan 'Nikkei Asia Prize Award' dalam bidang kebudayaan dianugerahkan kepada Ki Manteb.

Itu lantaran kontribusinya yang signifikan bagi kelestarian dan kemajuan kebudayaan Indonesia, terutama wayang kulit.

5. Penghargaan dari World Sufi Forum

Ki Manteb Sudarsono juga sempat mendapatkan penghargaan dari World Sufi Forum, yang diinisiasi salah satunya oleh Habib Luthfi.

Hal itu lantaran jasa Ki Manteb memasukkan dakwah-dakwah Islam melalui kebudayaan, wayang kulit.

Penghargaan itu diberikan pada tahun 2019, diiringi dengan penampilan Ki Manteb mendalang.

Ki Manteb Sudarsono meninggal saat jalani isolasi mandiri karena Covid-19. (Instagram @showimah)

Positif Covid-19, Meninggal saat Isolasi Mandiri

Dikabarkan bahwa Ki Manteb Sudarsono meninggal saat jalani isolasi mandiri karena Covid-19.

Keponakan Ki Manteb, Ade Irawan, mengatakan pamannya terkonfirmasi telah terjangkit Covid-19 setelah diperiksa dengan swab antigen pada Kamis, 1 Juli 2021.

Keluarga sempat membawa Ki Manteb Sudarsono ke rumah sakit untuk dirawat.

Namun, karena rumah sakit penuh, akhirnya Ki Manteb dibawa pulang ke rumah.

Ki Manteb Sudarsono mengembuskan napas terakhir saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia sempat mendapatkan perawatan seperti pemasangan infus hingga oksigen.

"Bapak sakit dirawat di rumah. Diinfus di rumah, dioksigen di rumah. Terus tadi pukul 09.45 WIB meninggal," kata Ade, Jumat, 2 Juli 2021, dikutip dari Kompas.com.

Jenazah Ki Manteb akan dimakamkan secara protokol Covid-19 di tempat pemakaman keluarga di Dukuh Suwono, Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar.

Ki Manteb meninggalkan seorang istri bernama Suwarti (49) dan enam orang anak.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Baca artikel terkait Ki Manteb Sudarsono lainnya di sini