Euro 2020

Kabar Terbaru Spanyol di Euro 2020, La Furia Roja Gagal Raih Kemenangan, Jordi Alba Ungkap Hal Ini

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemain depan Swedia Alexander Isak (kiri) berebut bola dengan bek Spanyol Aymeric Laporte selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Swedia di Stadion La Cartuja di Sevilla pada 14 Juni 2021.

TRIBUNSTYLE.COM - Spanyol meraih hasil imbang kedua pada babak penyisihan grup Euro 2020, Minggu (20/6/2021) dini hari WIB.

Hasil terbaru, Spanyol ditahan imbang Polandia 1-1 setelah sempat unggul di babak pertama.

Untuk diketahui sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique ditahan imbang 0-0 oleh Swedia.

Dari hasil ini, catatan buruk Spanyol sejak 1996 silam kembali bangkit.

Tim berjuluk La Furia Roja itu gagal meraih kemenangan dalam 2 pertandingan Euro atau kejuaraan Eropa.

Jika ditelisik dari statistik pertandingan, Spanyol mendominasi permainan dalam dua laga tersebut, lawan Swedia dan Polandia.

Tidak hanya itu, Spanyol juga memiliki percobaan yang banyak, total ada 29 percobaan ke gawang yang hanya berbuah satu gol lewat sontekan Alvaro Morata.

Reaksi pemain Spanyol pada akhir pertandingan Grup E UEFA EURO 2020 melawan Polandia di Stadion La Cartuja di Seville, Spanyol, pada Minggu, 20 Juni 2021. (LLUIS GENE / POOL / AFP)

Lantas apa permasalahan Spanyol?

Fullback Spanyol, Jordi Alba, mengisyaratkan timnya hanya kurang beruntung saja.

"Kami kurang beruntung," kata Jordi Alba, dikutip dari BBC.

"Kami melakukan banyak hal dengan baik dan kami akan membalikkan keadaan, saya yakin itu," ujarnya untuk pertandingan berikutnya.

"Tidak ada yang bisa mempertanyakan upaya kami. Orang-orang bisa menyalahkan kami semau mereka, tetapi intensitas, motivasi yang dimiliki tim ini tidak perlu ditanyakan lagi," tutupnya.

Jika berkaca dalam dua dekade terakhir, era kejayaan Spanyol dengan karakter tiki-taka mereka terjadi pada akhir 2000-an dan awal 2010-an.

Spanyol adalah tim yang ditakuti lawan, menang Piala Eropa (Euro) pada 2008 dan 2012, dan Piala Dunia tahun 2010.

Passing-passing pendek dan penguasaan bola masih menjadi bagian dari permainan tiki-taka Spanyol.

Hal itu terjadi saat lawan Swedia dan Polandia, bagaimana Spanyol bisa menguasai 85% dan 76% persen penguasaan bola.

Tapi, Spanyol dianggap tidak memiliki banyak gagasan di lapangan ketika mereka melakukan hal seperti itu terus menerus.

Apalagi dengan skuad yang saat ini minim pemimpin berpengalaman.

"Sepak bola masih permainan fisik," kata mantan pelatih Jerman, Jurgen Klinsmann, di BBC One, dikutip dari BBC.

"Carles Puyol, Sergio Busquets atau Sergio Ramos memberi bisa memberi ancaman (ketakutan untuk lawan saat mendengar namanya), itu akan menjadi medan perang."

"Tim Spanyol ini penuh dengan bakat tekni, mereka tahu bagaimana membaca ruang dan kapan harus bermain, tetapi tidak ada lagi sosok yang bisa memberi ketakutan untuk lawan lagi."

"Ketika lawan masuk ke lapangan dan tidak melihat Puyol atau Ramos dalam pemanasan, Anda berpikir, kami memiliki peluang," jelasnya.

Penyerang Polandia Robert Lewandowski (tengah) menantang pemain tengah Spanyol Rodri (kiri) dan pemain tengah Spanyol Marcos Llorente pada pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Polandia di Stadion La Cartuja di Seville, Spanyol, pada 19 Juni 2021. (LLUIS GENE / POOL / AFP)

Striker tidak mumpuni dan lini tengah terlemah?

Mantan bek Inggris, Micah Richard, berujar Spanyol saat ini memiliki pemain bagus, tapi mereka kehilangan striker yang haus gol.

Spanyol punya Alvaro Morata yang tampil cukup baik dengan Juventus, Gerard Moreno dengan Villarreal yang berhasil juara Liga Eropa.

Dam Dani Olmo yang cukup menjanjikan dengan RB Leipzig.

Tapi, ketiganya masih belum stabil untuk La Furia Roja.

Morata sempat dicemooh saat lawan Swedia karena peluang emas yang gagal dikonversikan menjadi gol.

Gerard Moreno gagal penalti saat lawan Polandia, sementara Olmo baru melepaskan satu tembakan sebelum akhirnya ditarik keluar saat lawan Lewandowski cs.

"Spanyol masih memiliki pemain yang sangat bagus," kata Micah Richard.

"Saya tidak berpikir itu seburuk yang dikatakan orang, tidak ada bintang besar, mereka hanya kehilangan striker yang bisa menghabisi peluang mereka," pungkasnya.

Di sisi lain, pendapat dari penulis sepak bola Spanyol, Guillem Balague, melontarkan pendapat yang berbeda.

Permasalahan Spanyol tidak hanya di lini depan, tetapi juga lini tengah.

"Ini adalah lini tengah terburuk yang saya ingat di Spanyol," katanya.

Saat ini, Spanyol rawan untuk melaju ke babak 16 besar Euro 2020.

Sebagaimana TribunStyle.com kutip dari Tribunnews.com, Euro 2020: Tentang Spanyol - Hilangnya Seorang Sosok yang Ditakuti Lawan dan Striker yang Melempem. Tim asuhan Luis Enrique berada di peringkat 3 klasemen grup E dengan koleksi 2 poin.

Pada laga pamungkas nanti, Spanyol akan menghadapi tim kuda hitam Slovakia.

Kemenangan menjadi hukum yang wajib bagi Spanyol jika ingin mentas di babak 16 besar Euro 2020.

(Tribunnews.com/Sina)

Baca artikel lain terkait Euro 2020 di sini