Euro 2020

Kabar Terbaru Spanyol di Euro 2020, La Furia Roja Gagal Raih Kemenangan, Jordi Alba Ungkap Hal Ini

Pemain depan Swedia Alexander Isak (kiri) berebut bola dengan bek Spanyol Aymeric Laporte selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Spanyol dan Swedia di Stadion La Cartuja di Sevilla pada 14 Juni 2021.

"Kami melakukan banyak hal dengan baik dan kami akan membalikkan keadaan, saya yakin itu," ujarnya untuk pertandingan berikutnya.

"Tidak ada yang bisa mempertanyakan upaya kami. Orang-orang bisa menyalahkan kami semau mereka, tetapi intensitas, motivasi yang dimiliki tim ini tidak perlu ditanyakan lagi," tutupnya.

Jika berkaca dalam dua dekade terakhir, era kejayaan Spanyol dengan karakter tiki-taka mereka terjadi pada akhir 2000-an dan awal 2010-an.

Spanyol adalah tim yang ditakuti lawan, menang Piala Eropa (Euro) pada 2008 dan 2012, dan Piala Dunia tahun 2010.

Passing-passing pendek dan penguasaan bola masih menjadi bagian dari permainan tiki-taka Spanyol.

Hal itu terjadi saat lawan Swedia dan Polandia, bagaimana Spanyol bisa menguasai 85% dan 76% persen penguasaan bola.

Tapi, Spanyol dianggap tidak memiliki banyak gagasan di lapangan ketika mereka melakukan hal seperti itu terus menerus.

Apalagi dengan skuad yang saat ini minim pemimpin berpengalaman.

"Sepak bola masih permainan fisik," kata mantan pelatih Jerman, Jurgen Klinsmann, di BBC One, dikutip dari BBC.

"Carles Puyol, Sergio Busquets atau Sergio Ramos memberi bisa memberi ancaman (ketakutan untuk lawan saat mendengar namanya), itu akan menjadi medan perang."

Halaman
1234