Suami Curiga Suara Berisik Ranjang, Syok Pergoki Istri Dicumbu Laki-laki Lain, Hajar Sampai Tewas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perselingkuhan

TRIBUNSTYLE.COM -   Kasus pembunuhan baru-baru ini terjadi di Dusun Toiu Selatan, Desa Saindule, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao NTT.

Pelaku disebut membunuh korban setelah dirinya memergoki sang istri bermesraan dengannya.

Pelaku pembunuhan berinisial MN itu kini dijerat dengan pasal 338 KUHP subsider pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Hal tersebut ditegaskan Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, S.I.P ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Kamis 10 Juni 2021 petang.

Ia mengatakan, kejadian pembunuhan yang menyebabkan meninggalnya TL di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga adanya cinta segitiga antara pelaku MN, korban TL alias Eman dan MHY istri dari pelaku.

"Dari keterangan yang baru di gali, bahwa terindikasi kasus ini dilatar belakangi cinta segitiga, dan saat kejadian pelaku mendapati korban dengan istrinya lagi memadu kasih," kata Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, S.I.P.

Korban MN menurut Aiptu Anam, bukan merupakan kerabat ataupun keluarga pelaku. Pelaku MN dan korban TL hanya saling kenal tanpa ada hubungan kekeluargaan apapun.

Korban diketahui berasal dari desa Dusun Ndau, Desa Tualima, Kecamatan Rote barat laut Kabupaten Rote Ndao yang merupakan desa tetangga dengan desa pelaku MN.

Baca juga: MIRIS, Kakak Beradik Hubungan Sedarah, Bayi Dibuang di Semak, Tewas dengan Tali Pusar Masih Menempel

Baca juga: DIGREBEK Istri Sah, Pegawai BUMN Kepergok Selingkuh di Kontrakan: Anak Dibawa Tidur Sama Simpanannya

Ilustrasi penganiayaan (Victory News)

"Jadi korban datang hanya untuk menemui istri pelaku karena ada indikasi cinta segitiga. Yang tinggal 1 rumah itu hanya pelaku, istri pelaku dan anak mereka," ujar Aiptu Anam.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dari polres Rote Ndao pasca pelaku MN menghabisi nyawa TL. 

Masuk Kamar Sang Istri

Sebelumnya, Kasus pembunuhan terjadi di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis 10 Juni 2021.

Kronologi pembunuhan pria di Rote Ndao NTT, pelaku mendengar ada orang yang masuk kamar sang istri.

Kasus itu diduga adanya cinta segitiga. Sehingga seorang pria di Dusun Toiu Selatan, Desa Saindule, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao NTT dibacok hingga tewas ditempat dengan menggunakan sebilah parang.

Kejadian ini terjadi pada Kamis tanggal 10 Juni 2021 sekitar pukul 00.00 Wita dengan pelaku berinisial MN dan korbannya bernama TL Alias Eman warga Dusun Ndau, Desa Tualima, Kecamatan Rote barat laut Kabupaten Rote Ndao.

"Dari keterangan yang baru di gali, bahwa terindikasi kasus ini dilatar belakangi cinta segitiga, dan saat kejadian pelaku mendapati korban dengan istrinya lagi memadu kasih," kata Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, S.I.P ketika dihubungi POS-KUPANG.COM Kamis 10 Juni 2021.

Dia menjelaskan, kejadian ini berawal pelaku sedang tidur di kamar depan kemudian pelaku terbangun karena mendengar suara seperti ada yang memukul-mukul tembok dan terdengar juga suara tempat tidur yang bergoyang yang berasal dari kamar tidur istrinya MYH.

Mendengar suara tersebut kemudian pelaku menyalakan lampu ruang tengah dan kemudian langsung menuju ke kamar istrinya.

Saat akan mendorong pintu kamar namun pintu terkunci, selanjutnya pelaku mendobrak pintu kamar dan mendapati korban TL alias Eman sedang tidak memakai celana dengan posisi berada diatas tubuh istri pelaku sambil mencekik MHY dan di tangan kanan korban memegang sebuah gunting.

"Mendapati kejadian itu, kemudian pelaku langsung memukul korban di bagian wajah sebanyak 1 kali menggunakan tangan kanannya, sehingga korban terjatuh dari tempat tidur," sambungnya.

Pelaku yang kesal dan terbawah emosi, langsung membanting korban ke lantai sambil menekannya ke lantai dan selanjutnya mengambil sebilah parang yang biasa disimpan di lantai samping kaki tempat tidur.

Menurutnya, saat mengambil parang, pelaku sempat melukai lengan kirinya sendiri. Pelaku kemudian menikam korban sebanyak 1 kali di bagian perut kanan dan 1 kali di paha bagian kanan dengan parang tersebut.

Lebih jauh dikatakannya, usai melakukan aksinya, pelaku mendatangi Mapolres Rote Ndao untuk melaporkan kejadian tersebut dan menyerahkan diri.

Mendapati laporan tersebut, kata dia, anggota Piket Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Barat Laut yang dipimpin oleh KBO Sat Reskrim AIPTU Stefanus Palaka ,SH, langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dan membawa korban dibawa ke RSUD Ba'a untuk dilakukan Visum.

"Pasal yang disangkakan pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Aiptu Anam seperti dikutip dari Pos Kupang Kasus Pembunuhan di Rote Ndao, Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara, Begini Penjelasan Polisi.

Kasus pembunuhan lainnya

Kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Banguntapan, Bantul sempat menuai sorotan pada akhir Maret silam.

Baru-baru ini terungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan tersebut.

Hal itu setelah Satreskrim Polres Bantul berhasil mengembangkan penyidikan hingga akhirnya mendapati sejumlah fakta terbaru, termasuk terkait otak utama di balik aksi pembunuhan tersebut. 

Dari hasil penyidikan aparat kepolisian, kasus pembunuhan yang menimpa korban Budiyantoro (38) tersebut ternyata diotaki oleh istrinya sendiri berinisial KI (30).

Aksi pembunuhan tersebut dipicu oleh cinta segitiga antara istri korban dengan sepupu korban berinisial NK (22).

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan hasil penyidikan awal kepada tersangka belum maksimal, karena tersangka menutupi kejadian sebenarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, terkuaklah tersangka lain.

"Tersangka adalah istri korban sendiri, KI (30). Istri korban justru yang menjadi otak pembunuhan,"katanya, Selasa (20/04/2021).

Baca juga: CEMBURU Suami Gelap Mata Tusuk Leher Istri hingga Tewas, Panik Bawa ke RS: Demi Allah Tak Ada Niat

Baca juga: DIJULUKI Ratu Tragedi, Hidup Artis Ini Pilu, Dibuang saat Bayi, Korban KDRT, Tewas di Puncak Karier

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Ia menerangkan tersangka KI menyuruh NK untuk membunuh korban.

Rencana pembunuhan tersebut telah dikomunikasikan melalui pesan singkat. 

Tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WIB dan menyelinap masuk ke rumah korban.

Tersangka menunggu korban dan istrinya pulang.

"Tersangka melakukan saat korban dan istrinya melakukan hubungan badan," terangnya.

"Pembunuhan dilakukan dengan cara menjerat leher korban dari belakang dengan kawat,"imbuh AKP Ngadi.

Ternyata istri korban membantu melancarkan pembunuhan tersebut.

Saat korban berteriak minta tolong, tersangka KI membungkam mulut korban.

Setelah korban dipastikan meninggal, kedua tersangka memakaikan baju korban. 

Setelah itu korban dibungkus dengan sprei dan mayatnya diletakkan di garasi mobil hingga pukul 23.00 WIB.

"Tersangka KI meminta tersangka NK untuk membuang mayat korban. Kemudian tersangka NK mengendarai mobil yang diberi oleh tersangka KI dan membuang jasad korban di Sedayu. Tersangka NK juga membuang barang buktu lain di tempat yang berbeda,"ujarnya seperti dikutip Tribun Jogja Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan di Banguntapan Bantul, Motif Cinta Segitiga dan Otak Utama Pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Untuk motif pembunuhan, AKP Ngadi menyebut karena cinta segitiga.

Sebab KI dan NK memiliki hubungan khusus di belakang korban.

Kedua tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Bantul.

Tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Guna Mengelabuhi Petugas, Pelaku Pembunuhan di Banguntapan Bantul Mengaku Dijambret

Pelaku pembunuhan di Banguntapan, Bantul berhasil ditangkap polisi.

Tersangka yang diamankan ialah NK (22) warga asal Samarinda, Kalimantan Timur yang berdomisili di Bantul. 

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan korban pembunuhan ialah Budiharyanto (38), yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Pembunuhan dilakukan pada Selasa (30/03/2021) malam di dalam mobil. 

"Korban mengendarai mobil, di sekitar rumah korban sekitar Banguntapan berpapasan dengan tersangka. Kemudian tersangka diajak masuk ke mobil. Saat mobil berhenti, tersangka langsung menjerat leher korban dengan kawat sampai meninggal. Korban dipindahkan ke belakang dan tersangka mengambil alih mobil korban,"katanya, Rabu (31/03/2021).

Untuk menghilangkan jejak, tersangka membuang jasad korban di selokan daerah Selo Gedong, Agodadi, Sedayu.

Tersangka juga membuang plat nomor mobil yang diambil alih tersangka, dan kawat yang digunakan untuk menjerat. 

"Barang bukti dibuang secara random atau acak. Ada yang dibuang di sekitar Godean, Jalan Wates, dan sekitar Kulon Progo," sambungnya.

Menurut penyelidikan, awalnya ingin mengelabuhi petugas dengan berpura-pura dirampok.

Agar meyakinkan petugas, tersangka memecahkan semua kaca jendela mobil. Namun saat diinterogasi, tersangka mengaku mencuri mobil. 

"Tersangka diamankan di Nanggulan, Kulon Progo. Saat ini petugas Polres Kulon Progo mencurigai mobil korban karena tidak ada plat nomornya. Setelah interogasi, ngakunya baru saja mencuri mobil dengan korban. Saat ditanya korban dimana, tersangka mengaku kalau sudah membunuh korban dan membuang jasadnya,"terangnya. 

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Berkat kerjasama antara Polres Kulon Progo dan Bantul, akhirnya jasad korban ditemukan sekitar pukul 06.11 WIB.

Polisi juga mencari barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban. 

Terkait motif, AKP Ngadi menyebut tersangka sering diancam oleh korban akan dibunuh. Untuk itulah tersangka membunuh korban. 

"Keterangan tersangka adalah sering di-bully, diancam mau dibunuh. Tetapi setelah dari keterangan keluarga, ternyata tersangka sering chattingan dan video call dengan istri korban,"ujarnya seperti dikutip dari Tribun Jogja Guna Mengelabuhi Petugas, Pelaku Pembunuhan di Banguntapan Bantul Mengaku Dijambret.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 

"Karena tersangka sudah mempersiapkan kawat yang digunakan untuk membunuh. Daripada dibunuh,lebih baik membunuh duluan,"tambahnya. 

((Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi).Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

#pembunuhan