Suami Curiga Suara Berisik Ranjang, Syok Pergoki Istri Dicumbu Laki-laki Lain, Hajar Sampai Tewas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perselingkuhan

Aksi pembunuhan tersebut dipicu oleh cinta segitiga antara istri korban dengan sepupu korban berinisial NK (22).

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan hasil penyidikan awal kepada tersangka belum maksimal, karena tersangka menutupi kejadian sebenarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, terkuaklah tersangka lain.

"Tersangka adalah istri korban sendiri, KI (30). Istri korban justru yang menjadi otak pembunuhan,"katanya, Selasa (20/04/2021).

Baca juga: CEMBURU Suami Gelap Mata Tusuk Leher Istri hingga Tewas, Panik Bawa ke RS: Demi Allah Tak Ada Niat

Baca juga: DIJULUKI Ratu Tragedi, Hidup Artis Ini Pilu, Dibuang saat Bayi, Korban KDRT, Tewas di Puncak Karier

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Ia menerangkan tersangka KI menyuruh NK untuk membunuh korban.

Rencana pembunuhan tersebut telah dikomunikasikan melalui pesan singkat. 

Tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WIB dan menyelinap masuk ke rumah korban.

Tersangka menunggu korban dan istrinya pulang.

"Tersangka melakukan saat korban dan istrinya melakukan hubungan badan," terangnya.

"Pembunuhan dilakukan dengan cara menjerat leher korban dari belakang dengan kawat,"imbuh AKP Ngadi.

Ternyata istri korban membantu melancarkan pembunuhan tersebut.

Saat korban berteriak minta tolong, tersangka KI membungkam mulut korban.

Setelah korban dipastikan meninggal, kedua tersangka memakaikan baju korban. 

Setelah itu korban dibungkus dengan sprei dan mayatnya diletakkan di garasi mobil hingga pukul 23.00 WIB.

"Tersangka KI meminta tersangka NK untuk membuang mayat korban. Kemudian tersangka NK mengendarai mobil yang diberi oleh tersangka KI dan membuang jasad korban di Sedayu. Tersangka NK juga membuang barang buktu lain di tempat yang berbeda,"ujarnya seperti dikutip Tribun Jogja Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan di Banguntapan Bantul, Motif Cinta Segitiga dan Otak Utama Pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Untuk motif pembunuhan, AKP Ngadi menyebut karena cinta segitiga.

Sebab KI dan NK memiliki hubungan khusus di belakang korban.

Kedua tersangka saat ini sudah diamankan di Polres Bantul.

Tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Guna Mengelabuhi Petugas, Pelaku Pembunuhan di Banguntapan Bantul Mengaku Dijambret

Pelaku pembunuhan di Banguntapan, Bantul berhasil ditangkap polisi.

Tersangka yang diamankan ialah NK (22) warga asal Samarinda, Kalimantan Timur yang berdomisili di Bantul. 

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan korban pembunuhan ialah Budiharyanto (38), yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Pembunuhan dilakukan pada Selasa (30/03/2021) malam di dalam mobil. 

"Korban mengendarai mobil, di sekitar rumah korban sekitar Banguntapan berpapasan dengan tersangka. Kemudian tersangka diajak masuk ke mobil. Saat mobil berhenti, tersangka langsung menjerat leher korban dengan kawat sampai meninggal. Korban dipindahkan ke belakang dan tersangka mengambil alih mobil korban,"katanya, Rabu (31/03/2021).

Untuk menghilangkan jejak, tersangka membuang jasad korban di selokan daerah Selo Gedong, Agodadi, Sedayu.

Tersangka juga membuang plat nomor mobil yang diambil alih tersangka, dan kawat yang digunakan untuk menjerat. 

"Barang bukti dibuang secara random atau acak. Ada yang dibuang di sekitar Godean, Jalan Wates, dan sekitar Kulon Progo," sambungnya.

Menurut penyelidikan, awalnya ingin mengelabuhi petugas dengan berpura-pura dirampok.

Agar meyakinkan petugas, tersangka memecahkan semua kaca jendela mobil. Namun saat diinterogasi, tersangka mengaku mencuri mobil. 

"Tersangka diamankan di Nanggulan, Kulon Progo. Saat ini petugas Polres Kulon Progo mencurigai mobil korban karena tidak ada plat nomornya. Setelah interogasi, ngakunya baru saja mencuri mobil dengan korban. Saat ditanya korban dimana, tersangka mengaku kalau sudah membunuh korban dan membuang jasadnya,"terangnya. 

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, memberikan keterangan pada wartawan terkait pembunuhan yang dilakukan oleh NK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (31/03/2021). (Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani)

Berkat kerjasama antara Polres Kulon Progo dan Bantul, akhirnya jasad korban ditemukan sekitar pukul 06.11 WIB.

Polisi juga mencari barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban. 

Terkait motif, AKP Ngadi menyebut tersangka sering diancam oleh korban akan dibunuh. Untuk itulah tersangka membunuh korban. 

"Keterangan tersangka adalah sering di-bully, diancam mau dibunuh. Tetapi setelah dari keterangan keluarga, ternyata tersangka sering chattingan dan video call dengan istri korban,"ujarnya seperti dikutip dari Tribun Jogja Guna Mengelabuhi Petugas, Pelaku Pembunuhan di Banguntapan Bantul Mengaku Dijambret.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 

"Karena tersangka sudah mempersiapkan kawat yang digunakan untuk membunuh. Daripada dibunuh,lebih baik membunuh duluan,"tambahnya. 

((Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi).Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

#pembunuhan